Tentang Kami Redaksi

Afghanistan Ingin Belajar Mengelola Kemajemukan Dari Indonesia

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Sejumlah ulama dan cendikiawan yang tergabung dalam delegasi High Peace Council (HPC) atau Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan yang dipimpin ketuanya, Mohammad Karim Khalili, melakukan dialog dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Jakarta, belum lama ini.

Dialog dihadiri Ketua Umum MUI KH Maruf Amin, Wakil Menteri Luar Negeri RI M Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin, Duta Besar RI untuk Afghanistan yang berkedudukan di Kabul, Mayjend Arief Rachman MD, dan Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia dan Asean HE Roya Rahmani.

Ketua HPC Afghanistan Mohammad Karim Khalili sangat menyambut baik peran Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim di dunia dalam menengahi konflik yang terjadi di Afghanistan. Selain membantu proses perdamaian di Afghanistan, Khalili mengakui bahwa pengalaman Indonesia dalam mewujudkan toleransi antar suku, budaya dan agama sangat penting. “Pengalaman Indonesia ini sangat penting bagi negara kami dan akan menerapkannya,” ujarnya.

Ketua Umum MUI KH Maruf Amin mengharapkan, kunjungan HPC Afghanistan ini dapat mempererat hubungan persaudaraan antara kedua negara, terutama saling bersinergi antar ulama dan tokoh agama dalam membantu menyelesaikan konflik serta merajut rekonsiliasi menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, KH Muhyiddin Junaidi mengatakan, dialog yang dihadiri perwakilan ormas ormas Islam yang ada di Indonesia dan delegasi HPC Afghanistan ini ingin mentranformasikan pengalaman Indonesia yang berhasil merawat kemajemukan dalam bingkai persatuan kepada Afghanistan dalam mewujudkan perdamaian.

Sebelum menggelar dialog, HPC Afghanistan diterima Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor. Presiden kemudian menjamu delegasi Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan di sebuah kafe yang berada di kawasan Kebun Raya Bogor. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.