Tentang Kami Redaksi

Milad ke-29, LPPOM MUI Siap Tinggal Landas

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com @ Di usia yang ke 29 tahun, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dengan segala kekurangan dan kelebihannya telah mampu menunjukkan kinerja sebagai lembaga halal yang diakui di seluruh dunia. Demikian disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr (HC) KH Maruf Amin.

“29 tahun cukup bagi LPPOM untuk meletakkan landasan untuk take off. Ibarat pula selama itu melakukan penguatan run away, mulai sekarang untuk melakukan tinggal landas,” kata Ketum MUI kiai Maruf pada acara Tasyakur Milad ke-29 LPPOM MUI di Balai Kartini Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Menurut Ketum MUI, sejak beberapa tahun lalu standar sistem jaminan halal LPPOM MUI telah diadopsi oleh hamper seluruh lembaga halal di dunia, muali dari Asia, Australia, Eropa hingga Amerika dan Afrika. LPPOM MUI juga terus mengembangkan jaringan pelayanannya dengan membuka kantor cabang dan kantor perwakilan di Cina, Korea Selatan dan Taiwan. “Di dalam negeri, keberadaan LPPOM MUI juga dinilai semakin penting dalam rangka menguatkan daya saing produk nasional,” jelas kiai.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, eksistensi LPPOM MUI dalam menegeluarkan sertifikasi dan fatwa halal sudah diakui dunia internasional. Bahkan banyak negara yang sudah mengadopsi Sistem Jaminan Halal (SJH) dan sistem Sertifikat Halal yang disusun MUI dan juga sudah menjadi role model sertifikat halal dunia.

“LPPOM pun dikenal sebagai pelopor dalam gerakan sertifikasi halal. Tercatat ada ribuan sertifikat halal yang sudah dikeluarkan LPPOM MUI, “ kata Menag Lukman.

Peringatan Tasyakur Milad ke-29 LPPOM MUI ditandai dengan penyerahan sertifikat akreditasi ISO 17065 dari Badan Sertifikasi Nasional (BSN). Sertifikat akreditasi ISO diserahkan oleh Kepala BSN Bambang Prasetya kepada Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim

Sertifikat ISO 17065 merupakan Penilaian Kesesuaian Persyaratan Akreditasi Lembaga Sertifikasi Produk, Barang dan Jasa untuk menjamin lembaga sertifikasi melaksanakan sistem sertifikasi pihak ketiga secara konsisten. Standar ini digunakan sebagai acuan bagi badan akreditasi dalam mempersyaratkan pengoperasian lembaga sertifikasi produk, proses dan jasa.

“Urgensinya bagi LPPOM MUI agar dapat menjalankan lembaga sertifikasi sesuai standar dunia internasional dan keberterimaan produk yang disertifikasi LPPOM MUI ke negara-negara yang mengacu standar yang sama, contohnya UEA (Uni Emirat Arab). Akan ada kemudahan bagi ekspor produk yang telah disertfikasi LPPOM MUI masuk ke negara-negara Timur Tengah dan OKI (Organisasi Kerjasama Islam),” ujar Lukmanul Hakim.

Ditambahkan, proses persiapan sudah dimulai sejak 2016 kemudian melakukan berbagai peningkatan standar, baik sistem maupun sumber daya manusia. Diperolehnya sertfikat ISO 17065 ini tentu akan memberikan keunggulan bagi LPPOM MUI. Salah satunya adalah sertifikat halal LPPOM MUI diakui oleh internasional, khususnya di negara yang menerapkan standar serupa.

Dalam acara tasyakur milad ke-29 LPPOM MUI dilakukan juga penandatanganan kerjasama antara LPPOM MUI dan portal e-commerce terkemuka aladdinstreet.com. Satu-satunya portal e-commerce produk halal di dunia ini akan menjadi mitra strategis LPPOM MUI dalam memasarkan produk halal Indonesia dan juga menjadi rujukan produk halal dalam sistem perdagangan.

LPPOM MUI yang didukung oleh jaringan kantor LPPOM MUI di 33 provinsi seluruh Indonesia, memiliki 1.058 auditor yang kompeten di bidangnya. Dalam mendukung layanan sertifikasi halal di Indonesia LPPOM MUI didukung Laboratorium Halal yang telah mendapatkan Sertifikat ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

LPPOM MUI berdiri pada 6 Januari 1989, pertama kali dipimpin oleh Dr Amin Azis, dilanjutkan oleh Prof Dr Aisjah Girindra, kemudian oleh Prof Dr Nadratuzaman Hosen. Kini dipimpin oleh Dr Lukmanul Hakim.