Tentang Kami Redaksi

54 Profesor minta Arief Hidayat Mundur sebagai Ketua dan Hakim MK

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

54 Profesor minta Arief Hidayat Mundur sebagai Ketua dan Hakim MK

Jakarta Parlemen Rakyat.com,

SekoIah Tlnggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera, hari ini Jumat, (9/2/2018) memfasilitasi sedikitnya S4 Profesor dari berbagai perguruan tinggi dan Iembaga di Indonesia , meminta Arief Hidayat untuk mundur sebagai Ketua dan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Pernyataan ini disampaikan dalam bentuk Surat kepada Arief Hidayat dan tembusan kepada 8 Hakim Konstitusi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MK, dan Ketua DPR RI sebagai Iembaga yang mengusulkan Arief Hidayat
sebagai Hakim MK (surat terlampir).

Surat akan disampaikan kepada Ketua MK acau yang mewakili pada Selasa 13 Februari 2018 mendatang.

Penyampaian surat ini diIatar beIakangi adanya penjatuhan dua sanksi etik yang diberikan Dewan Etik MK kepada Profesor Arief Hidayat dan Upaya menjaga martabat dan kredibiIitas Mahkamah Konstitusi di mata publik.

Sebanyak 54 Profesor berpendapat bahwa MK harus diisi oIeh para hakim yang memahami hakekat kejujuran, kebenaran, dan keadiIan tersebut. Tanpa pemahaman hakiki tersebut. hakim tidak bisa menjadi garda penjaga kebenaran. Vested interests dan ambisi pribadi terhadap kekuasaan hanya akan meruntuhkan Iembaga konstitusi.

Seorang hakim MK yang terbukti melanggar etik, maka dia tidak punya kuaIitas sebagai Negarawan. Negarawan sejati adaIah orang yang tidak akan mempertahankan posisinya sebagai hakim konstitusi setelah dijatuhkan sanksi peIanggaran etika.

Negarawan yang sesungguhnya bukan hanya tidak akan melanggar hukum, tetapi dia akan sangat menjaga etika pribadi atau pergauIan dan terutama etika bernegara. Negarawan tanpa etika bataI demi hukum kenegarawanannya, dan karenanya, tidak memenuhi syarat menjadi Hakim Konstitusi.

Sebagai koIega dan sesama Profesor maupun akademisi, serta demi menjaga martabat dan kredibilitas MK, kami meminta Profesor Arief Hidayat untuk mundur sebagai Ketua dan Hakim Mahkamah Konstitusi.

Sebagai Pembicara Mewakili ke 54 Profesor yang menuntut Arif Hidayat mundur Prof.Sulistiowati Irianto (UI), Prof Mayling Oey , Herlambang Perdana (Unair).

54 Prof ini menuntut Arif mundur karena Dampak kedepan nya terlihat, MK dilahirkan oleh satu gerakan oleh karena perjuangan yang tidak murak di jaman reformasi dibayar oleh kematian beberapa mahasiswa Usakti, sifat arogansi Hakim MK lebih dari pada perwakilan Tuhan di dunia, dampak buat publik kedepan, MK bisa kehilangan kepercayan di mata publik.

Yang bicara saat ini adalah fakta, kita kalah dan kehilangan etika, padahal Bangsa Indonesia harus hidup selamanya, serta mewariskan Hukum yang berkualitas bukan karena Kekuasaan Ketua MK atau seorang Arief Hidayat yang telah melanggar kode etika Profesi.
(Any SH)