Tentang Kami Redaksi

Sustainable off grid FC electrification sebagai Terobosan Energi Baru Terbarukan

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Sustainable off grid FC electrification sebagai Terobosan Energi Baru Terbarukan

Jakarta, Parlemen Rakyat.com,

Jakarta, Kamis, 22 Februari 2018. Lebih dari 2000 desa di Indonesia mengalami kesulitan akses terhadap Iistrik pada tahun 2017. Hal ini disebabkan oleh berbagai masalan seperti kurangnya teknisi lokal, sulitnya pengoperasian dan servis, serta kebutunan pemeliharaan jangka panjang. Oleh karena itu pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mencari solusinya.

Salah sutu aspek yang kerap disinggung oleh Menteri Energi dun Sumber Daya Mineral lgnasius Jonan adalah tentang energi berkeadilan. Energi berkeadilan ini mendapat penekanan dalam pengelolaan energi dan sumber daya mineral. Namun oleh berbagai kalangan, energi berkeadilan ini masih dianggap sebagai jargon. Walapun pemerintah telah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan peraturan sebagai manifestasi dari tema energi berkeadilan itu.

Bekerja sam a dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Bulgaria, The Purnomo Yusgiantoro Center mengadakan acara Renewable Innovation Forum : Sustainable Off-grid Electrification and Renewable Energy Opportunities in Indonesia. Sebagai pembicara, Menteri H.E. Ignasius Jonan akan menjadi pembicara kunci terutama terkait beberapa kebijakan dan visi pemerintah tentang pengembangan EBT di Indonesia. Pemerintah memiliki target energi terbarukan 23 persen dalam bauran energi nasional pada 2025. Dengan demikian, pada 2025, kapasitas terpasang pembangkit energi terbarukan di Indonesia mesti 45.000 megawatt (MW). Saat Ini, kapasitas terpasang 7.500 MW.

Selain tersedia dengan cukup, energi terbarukan mesti memenuhi syarat keterjangkauan. Selain membuat pasokan energi lebih andal, semakin banyak warga bisa mengakses. Salah satu kemungkinannya adalah dengan menerapkan off-grid electrification and renewable energy. Mekanisme ini memungkinkan ada penyimpanan energi sekaligus peralihan otomatis antara penggunaan energi terbarukan dan energi konvensionaI.

Mekanisme Sustainable off-grid electrification and renewable energy ini akan dipaparkan oIeh Duta Besar Indonesia Astari Rasjid dan CEO International Power Supply Alexander Rangelov. Keduanya berupaya meningkatkan kerja sama antara kedua negara dalam bidang energi dengan menggandeng The Purnomo Yusgiantoro Center untuk membuat Renewable Innovation Forum. Kerja sama akan dilaksanakan berkelanjutan, yang mana ditandai dengan penandatangan MoU untuk studi lebih lanjut dengan Institut TeknoIogI Bandung (ITB) dan Universitas Pertahanan (UNHAN).

Dari pihak Indonesia, berbagai pakar akan membahas tentang strategi yang Iebih inovatif dalam bidang EBT. Akan hadir Dirjen Listrik Andi Noorsaman, Dirjen Direktur Jenderal energi baru, terbarukan, dan konservasi energi Rida Mulyana, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Harris ST, dan Direktur Bisnis PLN untuk Jawa Timur, Bali, dan NTT Djoko Rahardjo Abumanan.

Alexander Rangelov dari International Power Supply (IPS) akan membagikan pengalamannya dalam aplikasi Exeron, teknologi yang bisa mengubah-ubah penggunaan sehari-hari energi EBT dan konvensional. Teknologi ini sudah digunakan di 58 negara. Exeron bisa digunakan di desa-desa karena desainnya yang ringkas, pemeliharaan yang sederhana dan hemat energi. Teknologi ini adalah hasil dari riset bertahun-tahun. Riset ini yang akan dibagikan lewat kerja sama transfer teknologi dan saling berbagi antara IPS dan ITB serta Unhan. Diharapkan, kerja sama ini bisa mencetak sumber daya manusia serta mendorong generasi muda Indonesian untuk membuka pabrik Exeron di dalam negeri.

SaaI ini, Exeron telah dipasang di terminal bus di Solo sebagai bagian dari proyek Kementerian Perhubungan. Alat ini bisa menggabungkan dan mengolah energi dari matahari dan energi listri konvensional. Dengan demikian, sistem yang hibrid ini bisa menggunakan energi matahari jika memungkinkan, namun bisa langsung diubah untuk menggunakan tenaga listrik dari PLN ketik cuaca mendung atau energi matahari tidak tersedia.

Exeron bisa menyediakan sistem yang bisa menyediakan listrik secara berkelanjutan di daerah-daerah terpencil. Hal ini bisa juga untuk mengurangi pemakaian solar untuk PLTD di desa-desa. Hal ini tidak saja ramah lingkungan karena mengurangi polusi tetapi juga mengarah pada efisiensi secara lebih luas. (Ahr/Any SH)