Tentang Kami Redaksi

Diskusi P2TP2A: Korban KDRT Saat ini tidak usah Malu untuk Melapor

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Diskusi P2TP2A: Korban KDRT Saat ini tidak usah Malu untuk Melapor

Jakarta Parlemen Rakyat.com,

Masih tingginya kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh masyarakat Indonesia membuat Pemerintah terus berupaya menemukan solusi untuk menekan angka kekerasan tersebut.

Tim Parlemenrakyat.com menyikapi permasalahan KDRT dari jaman Prof DR Mutia Hatta menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan  tetapi kasus KDRT tetap masih naik Prosentasenya, minimnya sosialiasi , padahal untuk dana sosialisasi anggaran untuk setiap Kementrian terhadap Media baik elektronik cetak maupun online ada, dianggarkan 20 persen.

Kementerian PPPA hari ini Jumat 9/3/2018, berdiskusi terkait Kekerasan dalam rumah tangga.

Dengan Narasumber: Usman Basuni, Asisten Deputi Perlindungan Perempuan dari Kekerasan dalam Rumah Tangga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan anak.

Usman menegaskan Maka dari itu saat untuk menekan tingkat KDRT seluruh kader kader yang ditempatkan rata rata kebanyakan perempuan karena sesama perempuan lebih terbuka untuk menceritakan kasusnya, juga sosialisasi akan terus diupayakan agar KDRT tidak menjadi momok menakutkan bagi kaum perempuan, kebanyakan korban KDRT adalah perempuan.

Langkah selanjutnya korban dari KDRT bisa mengadukan permasalahan kepada unit P2TP2A, ke polisi terdekat, kasus KDRT masuk kategori Pidana Khusus.

Jika sifat KDRT masih taraf ringan bisa melaporkan ke unit P2TP2A, Tapi jika KDRT nya sudah sampai taraf pemukulan dan menyebabkan cacat maka bisa dilaporkan sesuai dinas bisa juga periksa ke dokter Vitsum et repertum, untuk disikapi kepolisian, tegas Basuni.

Cari akses termudah untuk penanganan kasus KDRT, karen Jika lapor ke Puskesmas juga disikapi, petugas Puskesmas sudah terlatih dalam penanganan KDRT.

Peran serta dari Insan Pers juga diharapkan, untuk sosialisasi KDRT agar tingkat KDRT tidak terjadi.

Basuni cuma menyarankan agar kasus KDRT cepat dilaporkan dan disikapi, si pelapor KDRT bisa mendatangi Dasawisma, karena Dasawisma binaan dari PKK disitu ada binaan yang kader khusus menangani kasus korban KDRT, jika sifat respon masih dalam kasus sederhana.

Di pelaporan tingkat Dasawisma itu hanyalah untuk kasus KDRT yang sifatnya ringan, serta bisa didamaikan, tapi jika sudah korban KDRT berdarah serta menimbulkan cacat lapot ke Polisi disertai keterangan Vitsum Et Repertum.

Rencananya di setiap 20 rumah untuk penanganan kasus KDRT akan ditempatkan, pungkas Basuni.

Basuni hanya memesankan kepada korban KDRT karena KDRT itu sama sekali tidak diinginkannya, dipesankannya " Berilah Ruang Maaf pada pasangan Anda".
(Any SH)