Tentang Kami Redaksi

TeleShop Rangkul 100 Ribu Sobate-UMKM

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

TeleShop Rangkul 100 Ribu Sobate-UMKM

Jakarta, parlemenrakyat.com

PERKEMBANGAN ekonomi digital di Indonesia diyakini dapat membawa manfaat besar pada berbagai industri, menghemat waktu, biaya, dan memungkinkan para pelaku ekonomi mengoptimalisaikan semua potensi yang ada. Namun, kebanyakan pelaku ekonomi Indonesia masih berada di level UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dan masih kesulitan mengakses ekonomi digital.

PT Tele Utama Nusantara (TUN) siap membantu kalangan UMKM mengembangkan usaha secara cepat, efektif, dan efisien melalui pemanfaatan ekonomi digital dengan menawarkan sebuah layanan yang akan mendigitalisasikan pelaku UMKM di tanah air sehingga dapat mengakses ekonomi digital secara optimal. Dengan layanan TeleShop, UMKM siap beralih rupa menjadi e-UMKM atau UMKM elektronik. TeIeShop menawarkan sebuah solusi berbasis teknologi (SOBATE).

Slamet Riyadi, Ceo Tele Utama Nusantara (TUN) menjelaskan, TeIeShop adalah platform berbasis aplikasi android yang sangat mudah dioperasionalkan. Dalam praktiknya, TeleShop merupakan layanan PPOB (payment point online bank) yang memungkinkan UMKM yang menjadi Sobate TeleShop mentransaksikan lebih banyak produk, termasuk produk digital, mengingat fungsi TeleShop yang dapat berupa merchant aggregator.

"Sejumlah kebutuhan konsumen dapat dilayani TeleShop, termasuk kebutuhan rutin seperti pembayaran listrik (dan token listrik), PDAM, Telepon, Leasing, pay-tv, dan lain-lain. TeleShop juga bisa digunakan untuk pembayaran asuransi dan BPJS. Transaksi lain seperti pembelian pulsa, paket data, voucher game juga dapat dilayani," ujar Riyadi.
Begitu pula keperluan travelling seperti tiket pesawat, kereta, kapal PELNI, atau kamar hotel, tambahnya.

Saat ini terdapat 25 ribu mitra UMKM pengguna TeIeShop di Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Ke depan, TeleShop terus memperkuat ekosistem digitalnya dengan menyasar sektor UMKM yang selama ini belum terjamah kalangan perbankan. Mereka adalah para pedagang voucher, minimarket (terutama yang stand alone) warung-warung kecil, rombong/gerobak kaki Iima, dan koperasi.

Dengan modal awal yang relatif cukup kecil, minimal deposit Rp 250 ribu, UMKM mitra TeleShop sudah bisa melayani transaksi. Setiap saat, UMKM mitra TeleShop dapat selalu mengetahui sisa saldo mereka. Pemanfaatan layanan TeIeShop diyakini dapat melipatgandakan omset dan laba pelaku UMKM.

“Mereka hanya memerlukan perangkat handphone android. Kami bahkan bisa meminjamkan perangkat itu untuk para mitra kami. Operasionalnya sangat mudah. Mereka tinggal mendaftar, kami akan tanamkan aplikasinya, lalu mereka menyetor deposit tertentu,” pungkas Slamet Riyadi, CEO TUN.

Strategi yang digunakan oleh Ti-Phone dalam memasarkan TeIeShop adalah masuk dari remote area, daerah pinggiran, menarik para pelaku UMKM, terutama yang unbankable, menjadi reseller yang terintegrasi dengan TeIeShop. “Ke depan Teleshop juga akan menyediakan modal pinjaman Peer to Peer landing, untuk meningkatkan modal bagi pelaku UKM,” ujar Slamet Riyadi.

TUN menargetkan pertumbuhan Sobate TeIeShop mencapai 100 ribu hingga akhir tahun 2018 di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Dengan begitu, ekosistem bisnis TeleShop menjadi kian kuat. (Ahr/Any SH)