Tentang Kami Redaksi

Petugas Haji Indonesia 2018 Sebanyak 4.100 Orang

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com @ Guna meningkatkan pelayanan ibadah haji yang baik personil petugas haji tahun ini bertambah. Menurut Direktur Bina Haji Kementerian Agama Khoirizi H Dasir jumlah petugas haji tahun 1439H/2018M ada kenaikan dibanding tahun lalu, dan mereka direkrut melalui proses seleksi yang transparan.

“Tahun 2017 petugas haji sebanyak 3.500 orang, Tahun ini petugas haji sebanyak 4.100 orang. Rekrutmen petugas akan dilakukan secara online dengan menggunakan smartphone berbasis android,” kata Khoirizi di Jakarta, Selasa (13/3).

Khoirizi mengatakan, rekrutmen akan dilakukan baik untuk petugas kloter yang menyertai jemaah maupun petugas non kloter yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. “Selain itu proses rekrutmen petugas TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah) juga akan kita awasi,” ujarnya.

Khoirizi mengatakan bahwa pola rekrutmen tahun ini akan dilakukan secara online dan menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT). "Dengan menggunakan smartphone berbasis android, maka peserta langsung mengerjakan soal ujiannya di layar handphone masing-masing," jelasnya.

Menurut Khoirizi, rekrutmen secara online dan mengunakan sistem CAT menjadi salah satu cara untuk menjaring petugas-petugas yang memiliki kompetensi baik dari sisi ibadah maupun dari sisi regulasi, secara transparan dan akuntabel. Berdasarkan hasil CAT, peserta akan disaring lagi untuk mengukur pemahaman dan pengalaman sesuai bidang tugas yang dilamarnya melalui wawancara.

Khoirizi menambahkan, jumlah kloter tahun ini diperkirakan mencapai 511 kloter. Artinya, diperlukan 1022 petugas yang menyertai jemaah dari unsur Kemenag. Mereka adalah Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Selain itu, dibutuhkan 1533 petugas dari unsur Kemenkes yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Sementara untuk petugas non kloter yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi, kuotanya berjumlah 836 petugas. Jumlah ini terdiri dari 530 petugas dari unsur Kemenag dan istansi terkait, termasuk media dan TNI/POLRI, serta 306 petugas dari unsur Kemenkes. Seluruh petugas akan dibagi ke dalam 3 wilayah kerja Makkah, Jeddah, dan Madinah.

"Kami perkirakan rekrutmen akan mulai dilakukan pada akhir Maret atau awal April. Rekrutmen akan dimulai berjenjang dari Kankemenag Kab/Kota dan internal instansi terkait," ujarnya. Menurut Khoirizi, rekrutmen petugas haji non kloter bidang kesehatan sedang dilakukan oleh tim Kemenkes dan sudah masuk tahap pendalaman kompetensi.

"Kami berharap seluruh petugas haji melayani jamaah, jangan malah menjadi beban jamaah, dengan demikian jamaah merasa puas atas pelayanan yang baik,” kata Khoirizi.