Tentang Kami Redaksi

Bakri, Penghulu Paling Rajin Laporkan Gratifikasi

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com @ Karena rajin melaporkan gratifikasi, Abdurrahman Muhammad Bakri, penghulu pada KUA Trucuk, Klaten Jateng akhirnya diganjar penghargaan dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai ASN Berintegritas. Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bakri tercatat sebagai aparatur negara yang paling banyak melaporkan gratifikasi sebanyak 59 kali.

“Bakri bisa menjadi teladan, contoh yang baik. Soal jumlahnya memang relatif, yaitu sekitar 4,2 juta. Namun spiritnya patut kita teladani. Ini merupakan wujud dari kejujuran," kata Menag Lukman. Penghargaan disampaikan sebelum menteri memberi sambutan pembukaan Rapat Koordinasi Kebijakan Pengawasan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kemenag di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Menurut Menag, Bakri yang telah mengharumkan nama penghulu Indonesia karena rutin melaporkan gratifikasi ke KPK. Nilai penting dari yang dilakukan Bakri adalah konsistensinya mengklarifikasi harta yang didapatnya, apakah itu haknya atau bukan.

"Saya memberikan apresiasi kepada saudara Bakri yang bisa menjadi contoh buat seluruh ASN. Satu hal yang paling pokok dari itu adalah konsistensinya dalam mengklarifikasi harta apakah itu miliknya atau bukan,” ujar Lukman.

Bakri, penghulu berusia 35 tahun yang bertugas di KUA Kecamatan Krucuk, Klaten, Jawa Tengah mengungkapkan, aksi melaporkan gratifikasi kepada KPK sudah dilakukan selama lima tahun. “Uang gratifikasi itu lalu ditransfer ke KPK, besarannya terkecil Rp 20 ribu, paling besar Rp 200 ribu," ungkapnya.