Tentang Kami Redaksi

SOKSI: Revolusi Industri 4.0: Tantangan Para Pekerja

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Diskusi Nasional DEPINAS SOKSI: Revolusi Industri 4.0: Tantangan Para Pekerja

Jakarta, Parlemen Rakyat

Dewan Pimpinan Nasional Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indone sia ( Depinas SOKSI) mengadakan seminar mengupas permasalahan serta dinamika permasalahan Buruh dalam era menuju revolusi industri 4.0. Semangat yang dibangun dan selalu menjadi fokus Depinas Soksi mengenai kesejahtraan kalangan Buruh yang menjadi roda perkembangan industri akhir akhir ini.

Penyelenggarakan Seminar Diskusi Nasional oleh SOKSI Bertema Revolusi Industri 4.0: Tantangan Para Pekerja yang berlangsung di DPP Golkar, Jakarta pada hari Senin (7/5/2018).

Sejumlah tokoh menjadi pembicara dalam diskusi ini, antara lain: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Menteri Tenaga Kerja 1999 hingga 2000 sekaligus Kader SOKSI Bomer Pasaribu, Dirjen Binapenta Kemenaker RI Maruli Arul Hasoloan, dan Peneliti Senior FISIPOl UGM Eric Hiariej serta hadir juga Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono.

Dalam sambutannya, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Paulis mengatakan, Indonesia saat ini masih berada pada tataran revolusi industri level kedua dan ketiga. Dengan kata lain, masih berada pada old revolution (revolusi lama).

"Indonesia masih bermain pada industri pada level kedua dan ketiga, kita masih pada tataran old revolution," kata Lodewijk

Dia menambahkan, revolusi industri pertama adalah ketika ditemukannya mesin uap, kemudian revolusi industri kedua ketika listrik mulai digunakan, dan revolusi industri 3.0 ketika dimulainya robotisasi.

Lodewijk juga menjelaskan, pada revolusi 4.0 semua sistem akan dikoneksikan dengan internet. Ia memberi contoh industri elektronik dan kimia yang akan menerapkan sistem digital.

Semua sistem dikoneksikan kepada internet. Dengan begitu, kompleksitas dari industri pun meningkat. Sebagai contoh untuk diskusi elektronik dan kimia, akan menerapkan sistem digital, kata Lodewijk.

Lodewijk berharap Indonesia mampu bertindak tepat dalam menyikapi revolusi industri 4.0. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan manfaat dan mengurangi ancaman dari revolusi industri tersebut. (Ahr)