Tentang Kami Redaksi

LAUNCHING DAN BEDAH BUKU, INDONESIA BUTUH JOKOWI

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com


Jakarta, Parlemen Rakyat

Masyarakat Literasi Nusantara (Malin), hari ini Selasa 15 Mei 2018, Melaunching dan Membedah Buku "Indonesia Butuh Jokowi" Karya Dedi Mahardi, bertempat di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta. Buku tersebut ditulis sejak awal tahun 2017 atau lebih kurang satu setengah tahun lalu dan kontrak dengan Gramedia pada oktober 2017.

Dedi Mahardi mengatakan, buku ini baru terbit sekarang karena memang antrian terbitnya buku di gramedia cukup padat, mungkin ada pertimbangan juga oleh gramedia karena oktober 2017 Gramedia juga baru menerbitkan buku karya kami yang ke 11 berjudul “Integritas Ditengah Kabut Idealisme”, ucapnya.

Jadi buku ini kami tulis bukan bertujuan untuk dukung atau tidak mendukung salah satu calon presiden, tetapi untuk memunculkan tokoh tokoh terbaik bangsa untuk dijadikan teladan yaitu memunculkan orang orang atau tokoh terbaik dan berintegritas untuk disusupkan ke berbagai instansi dan komunitas sehingga diharapkan dapat menjadi virus kebaikan yang mempengaruhi lingkungannya, kata Dedi

Ia berharap, semakin banyak tokoh atau orang terbaik yang disusupkan akan semakin mudah penyebaran virus kebaikannya.

Semakin maraknya korupsi di negeri ini dan tidak adanya dampak atau efek malu atau jera para terpidana korupsi setelah dihukum, mengharuskan bangsa yang sudah berstatus darurat korupsi dan menempuh cara lain untuk mengurangi korupsi. Salah satu cara untuk menimbulkan efek jera atau malu kepada pelaku korupsi, menurut penulis adalah memunculkan tokoh tokoh yang berintegritas dan teruji integritasnya

Sehingga ditengah masyarakat terjadi perbedaan yang menyolok. Bukan seperti sekarang yang sepertinya aneh dan anomali jika menemukan orang jujur dan berintegritas di negeri ini, karena korupsi, suap dan kolusi nepotisme sudah menjadi hal biasa "ujar" Dedi Mahardi

Penulis juga menjelaskan tentang buku ini, bahwa permasalahan berat bangsa ini yaitu korupsi yang sudah akut salah satunya adalah karena gaya hidup hedonis, sehingga bangsa ini membutuhkan keteladanan dari pemimpin yang berintegritas, sederhana, tidak serakah dan taat kepada aturan Allah serta aturan negara. Karna pembangunan bangsa membutuhkan pemimpin yang serius membangun tanpa kepentingan pribadi dan kelompoknya. (Ahr)