Tentang Kami Redaksi

Politik Agama Yes, Politisasi Agama No

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com @ Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan agar lebih arif memahami masalah agama dan politik. Politik agama dibolehkan karena agama menjadi menjadi ruh, jiwa, spirit dan landasan dalam aktivitas politik.

"Yang harus dihindari adalah politisasi agama, karena atau menjadikan nilai-nilai agama sebagai sarana untuk mencapai agenda dan target politik," kata Menag Lokakarya Nasional dengan tema "Pengarusutamaan Moderasi Beragama Sebagai Implementasi Resolusi Dewan HAM PBB 16/18" di Jakarta, Rabu (25/7).

Menag mengatakan, agama mengatur seluruh aspek kehidupan dari mulai hal yang kecil sampai masalah besar. "Masuk kamar kecil saja diatur agama, tentu masalah politik tidak lepas dari agama. Namun kita harus mencermati dan bisa membedakan politik agama dengan politisasi agama," ujar Lukman, terkait hajat politik lima tahunan yakni Pileg dan Pilpres 2019.

Lokakarya dibuka oleh Menag, dihadiri Wakil menteri Luar Negeri AM Fakhir, Staf khusus Presiden bidang agama Siti Ruhaina Dzuhayatin dan Sekjen Kemenag Nur Syam. Kegiatan dilaksanakanl 25 s.d 27 Juli 2018 diikuti para Kakanwil Kemenag se Indonesia, Ketua FKUB Provinsi, Kasubbag Hukum&KUB, Akademisi, LSM dan Insan Pers.

Menteri Agama bersyukur atas terselenggaranya lokal karya tersebut, apalagi dihadiri oleh FKUB se Indonesia yang merupakan representasi dari tokoh Agama di Indonesia. Menurutnya, Indonesia bisa menjadi model dalam menjaga kerukunan umat beragama bagi dunia internasional.

Menag meminta agar kehidupan beragama semakin berkualitas, pendidikan agama lebih dan kualitas kerukunan juga meningkat. Selain itu, lokakarya nasional diharapkan melahirkan rumusan yang bisa ditindak lanjuti dan implementasi melalui program aksi dimasa mendatang.