Tentang Kami Redaksi

PELUNCURAN BUKU: DI BALIK REFORMASI 1998 CATATAN PRIBADI LAKSAMANA SUKARDI

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Sebagai bagian dari anak bangsa, Laksamana Sukardi terpanggil untuk mengungkap bagaimana dinamika kehidupannya hingga memutuskan terjun dalam gelombang perjuangan mahaberat demi tegaknya paham demokrasi di lndonesia. la mengumpulkan catatan pribadinya sejak sekitar tiga dasawarsa silam. Kala itu, Laksamana Sukardi muda memutuskan menanggalkan jabatan sebagai seorang eksekutif profesional bidang perbankan untuk ikut mendukung gerakan reformasi lndonesia.

Catatan pribadi ini sekaligus menjadi refleksi pengalaman 20 tahun reformasi, yang memuat pengalaman perjuangan Laksamana Sukardi di kancah politik. Setelah berjuang bersama Megawati Soekarnoputri dalam bayang bayang rezim Orde Baru Soeharto, Laksamana Sukardi sebagai menteri masih dituntut bergelut memecahkan berbagai masalah politik, ekonomi akibat krisis multidimensional 1998.

Laksamana Sukardi, Penulis Buku "Di Balik Reformasi 1998 Catatan Pribadi Laksamana Sukardi" dalam sambutannya, memaparkan pengalaman dan kebijakan pemerintah yang telah mengembalikan integritas dan kewibawaan bangsa, memulihkan marwah bangsa.

Ketika itu, secara bersama-sama pemerintah dan partai politik berhasil menjadikan Republik Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dan negara yang mampu melaksanakan pembangunan ekonomi di tengah persaingan global yang ketat, "ujar" Sukardi

Catatan Laks ini sengaja disusun dan didiskusikan dalam peluncuran buku "Di Balik Reformasi 1998 Catatan Pribadi Laksamana Sukardi" di Menara lmperium, kuningan, Jakarta, Senen 06 Agustus 2018, menghadirkan Narsum yaitu: Dr. Jeffrey A. Winters (Pakar limu Politik, Northwestern University, USA), Dr. Sirojudin Abbas (Peneliti Politik SMRC, Alumnus University of California, Berkeley) dan Dr. Firman Noor, SIP, MA (Hons) Kepala Pusat Peneliti Politik LlPl) dengan Moderator Tri Agung Kristanto

Dr. Firman Noor dalam penyampaiannya mengatakan, Buku ini membahas di antarnya sepak terjang seorang Bankir sukses (menjadi pimpinan Bank dengan reputasi Internasional di usia 33 tahun) yg justru memilih menjadi bagian dari "politisi kasta rendah" melawan sebuah rezim Leviathan yg sangat powerful saat itu.

Sebuah pilihan yang tidak lazim, bahkan konyol bagi kebanyakan orang di era ketika berbeda dengan rezim adalah seperti menggali kubur sendiri. Ada keberhasilan maupun kegagalan di dalamnya. Semuanya diceritakan dengan lugas dan inspiratif. "Satu hal yang kerap diulang dalam buku ini adalah tugas anak bangsa saat ini sejatinya jauh lebih berat, karena bukan lagi melawan penjajah asing, namun justru melawan bangsa sendiri," pungkas Firman. (Ahr)