Tentang Kami Redaksi

Merajut Asa Data Investasi Nasional

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Jakarta (23/8/2018) - Dalam publikasi World Economic Outlook (WEO) terbaru yang dirilis pada bulan April 2018, IMF memperkirakan bahwa ekonomi dunia akan mengalami peningkatan pada tahun ini hingga beberapa tahun kedepan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Pusat Statistic kerjasama demgan PMTB mengadakan seminar nasional bertajuk "Perbaikan Iklim Investasi dan Penciptaan lapangan kerja" di Istana Ballrooam Hotel Sari Pan Pasifik, Jl. MH thamrin, Menteng, Jakarta. 23/8/2018

Membaiknya iklim uinvestasi ini terjadi baik di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang (emerging market economies). Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah Indonesia untuk mengenjot ekonominya agar dapat menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja, mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan.

Kebijakan ini bisa dilihat dari laporan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2018 yang menargetkan pertumbuhan ekonomi atau PDB Indonesia sebesar 5.2-5.6 persen pertahun. Untuk mendukung target pertumbuhan yang diinginkan, pemerintah memperkirakan dibutuhkan investasi sebesar sekitar 5100-5200 trlliyun rupiah.

Kata investasi, jika merujuk kepada Sistem Neraca Nasional (SNA) disebut sebagai Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), merupakan penambahan barang modal tahan lama yang digunakan dalam suatu proses produksi. lnvestasi atau PMTB merupakan instrument penting dalam pertumbuhan ekonomi.

Dalam ilmu ekonomi mikro kita bisa ketahui bahwa untuk mencapai kapasitas produksi yang lebih tinggi maka perusahaan harus menambah mesin-mesin baru atau meningkatkan kapasitas dari mesin terpasang. Namun peningkatan investasi yang tinggi tidak secara otomatis akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pula atau dalam istilah statistik dikatakan hubungannya tidak Iinier.

Dilihat dari jenisnya, investasi itu sangat beragam dari bangunan tempat tinggal atau perumahan, bangunan komersial seperti mall toko-toko, infrastruktur, mesin mesin, kendaraan transportasi, kegiatan riset dan pengembangan, sumber daya hayati hingga ke karya seni.

Jika porsi investasi dalam PDB tinggi, namun banyak yang berupa bangunan tempat tinggal maka investasi tersebut tidak akan memberikan efek yang besar dalam menggerakkan ekonomi. Begitu juga investasi yang dilakukan oleh pemerintah, jika umumnya dalam bentuk pembangunan kantor-kantor pemerintah itu juga kurang efektif dalam mendorong ekonomi.

Investasi utamanya diarahkan kepada hal-hal yang bersifat produktif dan memberikan multiplier yang besar seperti jalan, pelabuhan, bandara, mall dll. Untuk itu BPS bekerja sama dengan Bappenas dan instansi terkait pada saat ini sedang berupaya untuk menyusun data investasi atau PDB yang lebih lengkap dan rinci melalui kegiatan yang dinamakan survei penyusunan disagregrasi PMTB.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan data investasi yang lebih rinci menurut lapangan usaha, jenis investasi dan sektor atau pelakunya siapa. Dengan kegiatan ini akan diketahui Iapangan usaha mana yang nilai investasi masih rendah dan perlu ditingkatkan.