Tentang Kami Redaksi

APPI Sosialisasikan Fidusia dan Penerapannya

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Fidusia adalah pengalihan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikanya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.

Contoh: Debitur pembiayaan mengambil sepeda motor, (pemberi Fidusia) kepada perusahaan pembiayaan (Penerima Fidusia) sebagai jaminan hutangnya, sehingga hak kepemilikan kendaraan ada ditangan perusahaan pembiayaan

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno (kanan) didampingi Sekjen Sigit Sembodo memberikan paparan dalam konferensi pers Fidusia dan Penerapannya di Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (5/9/2018). Konferensi pers ini sekaligus memperkenalkan istilah serta undang-undang yang mengatur fidusia kepada masyarakat.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno menegaskan, bahwa pihak leasing atau perusahaan pembiayaan selalu melakukan prosedur yang benar terkait eksekusi jaminan fidusia, sesuai Undang Undang jaminan fidusia.

Jika ada perusahaan pembiayaan melakukan eksekusi jaminan fidusia sembarangan, tanpa prosesur yang benar, APPI siap memberikan sanksi tegas, tidak hanya terhadap leasing, tetapi juga petugas yang melakukan eksekusi di lapangan

“Untuk petugas, bisa kita pastikan dia tidak dapat bekerja lagi di perusahaan pembiayaan. Karena petugas eksekusi harus ada sertifikasinya. Sementara perusahaan pembiayaan juga kita beri sanksi tegas,” kata Suwandi, dalam sosialisasi fidusia dan penerapannya di Jakarta.

Suwandi menjelaskan, bahwa perusahaan pembiayaan bisa melakukan eksekusi jaminan fidusia tanpa adanya putusan pengadilan, dengan menunjukan sertifikat jaminan fidusia. Hal tersebut sesuai dengan pasal 15 UU jaminan fidusia.

Artinya, perusahaan pembiayaan berhak melakukan penyitaan objek jaminan fidusia, jika debitur cidera janji atau tidak memenuhi angsuran tepat waktu, walaupun telah diberikan somasi, "ujar" Ketua APPI. (Ahr)