Tentang Kami Redaksi

Membangun Anak Bangsa yang Cerdas, Berkualitas dan Berprestasi di Era Digital

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Jakarta, ParlemenRakyat

Internet kita yakini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan banyaknya konten positif yang dipertukarkan. Namun demikian, kita juga sadar bahwa ada juga kemungkinan pengguna internet terpapar konten negatif seperti ujaran kebencian, radikalisme, intoleransi dan pornografi.

Terkait konten pornografi, para pebisnis pornografi memasarkan produknya via internet dengan menggunakan pola pemasaran yang dikenal dengan istilah (Empat A) yaitu:
Aggressive, mereka menggunakan berbagai cara agar produknya bisa menjangkau target marketnya dengan sangat mudah,

kedua, Accessible yang angat mudah diakses.

ketiga, Affordable yang hanya dengan mengisi pulsa Rp. 5000,- - Rp. 10.000,- saja sudah bisa mengakses pornografi dan

Terakhir adalah Anonymous, Rahasia tidak akan diketahui oleh siapapun apa yang dilihat oleh orang yang mengakses P tersebut.

"Dengan pola tersebut dapat dimengerti siapa saja bisa dengan mudah memperoleh dan menikmati konten pornografi, termasuk anak dan remaja," ujar Ketua Panitia, Eka Mardiyati kepada parlemenrakyat.com, di Jakarta, minggu (9/9/2018)

Resiko paparan pornografi yang begitu pesat dan berbahaya yang dialami anak dan remaja tentu harus ditindaklanjuti secara bersama-sama berbagai pihak, karena di tangan kita semua kualitas generasi muda kita dipertaruhkan, tambahnya

Bagaimana keluarga Indonesia terhindar dari dampak konten negatif di internet? Apakah pencegahan dan penanganan masalah ini sudah cukup baik, ataukah masih perlu terus ditingkatkan? Dan bagaimana penerapan hukum yang tegas sehingga mampu menimbulkan efek jera pada para pelaku dan terjadi penyelesaian masalah secara tuntas?

Berkenaan dengan itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER), dan sejumlah komunitas lainnya akan menyelenggarakan diskusi publik tentang pencegahan dan penanganan bahaya pornografi dengan tema "Membangun Anak Bangsa Yang Cerdas, Berkualitas dan Berprestasi di Era Digital", terang Mardiyanti.

Dia juga menjelaskan bahwa acara ini adalah untuk meningkatkan informasi dan kesadaran masyarakat akan bahaya pornografi. Selain itu juga yang paling penting adalah untuk meningkatkan sinergitas antar komponen bangsa dalam mencegah dan menangani dampak pornografi di era digital.

Diskusi publik tersebut akan berlangsung pada hari Rabu, 12 September 2018, di Ruang Serbaguna Lantai Dasar, Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Medan Merdeka Barat no. 9, Jakarta Pusat.

Rencananya acara akan dibuka dengan keynote speech Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI : Bapak Samuel Abrijani Pangerapan pada tepat pukul 09.00 wib dan dilanjutkan dengan diskusi publik hingga pukul 13.30 wib.

Sebagai Narasumber antara lain :
Dr Pukovisa Prawiroharjo Sp.S (K) untuk mempresentasikan hasil penelitian ilmiah tentang dampak pornografi terhadap otak anak Indonesia usia 12 -16 tahun

Kemudian 2 (dua) orang ahli hukum dari USA yang berpengalaman dalam menghadapi berbagai kasus hukum terkait pornografi di sana yaitu : John L Harmer JD (Mantan Wakil Gubernur California/Pimpinan The Citizens for Decency Through Law/Pendiri The Lighted Candle Society) dan Brent D Ward JD (Ahli Penegakan Hukum untuk Drug, Traficking dan Pornografi di USA).

Narsum ketiga, Alvin Lie, Anggota Ombudsman RI Bidang Infrastruktur, Transportasi dan Telekomunikasi.

Acara bincang-bincang dan diskusi umum ini akan dihadiri oleh 200 orang peserta terdiri dari instansi pemerintah (Kementerian/Badan), lembaga penegak hukum, lembaga sosial kemasyarakatan, organisasi wanita yang berhubungan dengan : komunikasi dan informasi, anak dan remaja, agama, hukum, kesehatan serta dihadiri juga oleh masyarakat umum yang konsen pada pendidikan generasi muda.

Acara juga akan dimeriahkan dengan bazar UMKM binaan LPER di selasar samping ruang serbaguna Kominfo. Khusus bazar akan berlangsung selama 3 hari yakni sejak pembukaan acara Rabu 12 September 2018 hingga Jumat 14 September 2018.

Eka Mardiyanti juga menginformasikan, untuk pendaftaran peserta dapat menghubungi
Bapak Lukas +6281310866920
Ibu Nana +6285717468956
melalui SMS/WA selama kursi masih tersedia. (Ahr)