Tentang Kami Redaksi

Luncurkan BTN House Price Index, Kepulauan Riau dan DKI Jakarta Tertinggi

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Permintaan hunian dan pengembangan kawasan hunian yang semakin pesat mendorong PT Bank Tabungan Negara (PerSero) Tbk merilis indeks harga rumah atau House Price index untuk dijadikan acuan bagi para stakeholder di bidang properti dalam berinvestasi. BTN House Price index adalah indeks yang memaparkan perubahan harga rumah yang dibeli oleh konsumen.

"Kami menyajikan HPI yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan agar Pemerintah dapat memantaatkannya untuk meramu kebijakan di sektor properti ke depan, dan agar para pengembang bisa menentukan pengembangan tipe perumahan yang tepat dan harga yang sesuai dengan harga pasar," kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono daat diskusi peluncuram BTN House Price Index di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

HPI juga bisa dimanfaatkan perbankan untuk menambah informasi terkait penyaluran KPR, sementara konsumen bisa mendapatkan informasi yang valid mengenai harga rumah, tambahnya.

Maryono menjelaskan, untuk menghasilkan HPI yang akurat, HFC BTN melakukan tiga penyempurnaan dari indeks yang pernah dirilis HFC tahun 2015 lalu.

Pertama, modifikasi dari metode perhitungan indeks, dari sebelumnya chained fisher menjadi matched sales, metode ini sesuai dengan karakteristik data KPR yang dimiliki Bank BTN.

Kedua, data yang diambil lebih komprehensif, tidak sekadar penjualan rumah semata tapi juga melihat karakteristik rumah seperti luas, kualitas bangunan, posisi dan fasilitas umum dan sosial di lingkungan rumah, dan

Ketiga, cara pengolahan data yang memperhitungkan data penjualan rumah dengan memperhitungkan pertumbuhan nilai rumah dengan membandingkan harga dua atau lebih rumah yang berbeda namun memiliki karakteristik dan kualitas yang sama.

Dengan metode yang sudah dimodifikasi, tim riset HFC BTN bekerjasama dengan lnterCAFE IPB memaparkan, dihitung dengan menggunakan tahun dasar Januari 2014, HPI nasional terus menanjak, data perJuni 2018 indeks Harga Properti Nasional tercatat mencapai 155,26 dengan pertumbuhan 7,23% (yoy).

HPI secara nasional tersebut meningkat dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 145,15 dan lebih tinggi dibandingkan Juni 2016 yang mencapai 135,22. Berdasarkan olahan data Bank BTN, tercatat indeks Harga Rumah tipe kecil yaitu 21-36 sejak Januari 2014 mencapai indeks tertinggi yaitu 167,74 dibandingkan tipe 45 dan 70 yang masing-masing mencatatkan HPI sebesar 143,97 dan 141,20.

"Hal ini menggambarkan bahwa permintaan untuk rumah kecil lebih tinggi dibandingkan tipe rumah yang lebih luas, kemungkinan ini juga terkait dengan daya beli masyarakat dan permintaan dari masyarakat kelas menengah ke bawah." kata Maryono menjelaskan.

Sementara itu empat provinsi yang berada di atas HPI nasional berturut-turut tercatat di Provinsi Kepulauan Riau dengan angka 215,43, sementara posisi kedua tertinggi adalah DKI Jakarta dengan indeks 189.2, selanjutnya Provinsi Jawa Timur dengan angka indeks 173,34 dan posisi ke empat adalah Provinsi Banten dengan indeks 156,8.

"HPI di Kepulauan Riau rata-rata pertumbuhannya sebesar 20.09% didorong perkembangan properti di Batam yang terus meningkat seiring dengan kenaikan harga rumah, tidak heran Batam menjadi kabupaten yang mencatatkan HPI sebesar 223,76 tertinggi kedua setelah kabupaten Jember di Jawa Timur yang mencapai 229,4," kata Maryono. (Ahr)