Tentang Kami Redaksi

JEC: Buruh Patuh Menikmati Kesejahteraan Yang Manusiawi

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Gagasan Jacob Ereste Center (JEC) diinisiasi oleh "Kolokium Ideologi Bangsa" yang dikelola Shri Lalu Gde Pharna sekaligus menjadi sponsor utama acara deklarasi do Jakarta pada 14 September 2018.

Tujuan utama JEC menaruh perhatian pada perburuhan dan semua masalah yang terkait di dalamnya.

"Segenap usaha dan upaya untuk memajukan kaum buruh Indonesia merupakan tolok ukur gagasan dan implementasi dari seluruh kegiatan untuk dan demi kesejahteraan bersama dalam arti luas," ujar Jacob Ereste, Ketua JEC, kepada media di Cikini, Jakarta. Jumat (14/9/2018).

Sejumlah dewan pakar JEC yang berhimpun akan memberikan jalan keluar dalam mengatasi ragam masalah buruh maupun pengusaha untuk memperoleh jalan keluar dari semua masalah buruh secara khusus, atau masalah spesifik bagi para pengusasa. Atau sengketa antara buruh dengan pihak pengusaha, Kata Jacob.

Dia juga mengatakan, sikap netral JEC senantiasa akan dipegang teguh dalam usaha dan upaya mengatasi atau menengahi masalah atau sengketa maupun perselisihan antar pihak. Sikap netral JEC adalah bagian dari etika yang senantiasa harus dijunjung tingggi oleh setiap eksponen yang bergabung di dalamnya.

JEC bersikap bahwa kaum buruh patut menikmati kesejahteraan yang manusiawi guna dan untuk meningkatkan harkat, martabat kemanusiaannya yang berkeadilan. Sedangkan hak-hak pengusaha mengembangkan bentuk dan model usaha patut serta wajib didukung demi dan untuk kesejahteraan bersama, ucapnya

Pelayanan JEC meliputi usaha jasa konsultasi, mediasi hingga data base buruh serta data base perusahaan. Data base buruh juga dilengkapi hasil penilitian, kajian dan pendataan yang di up date untuk keperluan membuat analisa yang akurat guna menenntukan pembangunan.

Kegiatan JEC meliputi jasa konsultasi, pediasi serta pendampingan bagi para pihak yang menerlukan dengan tetap bersikap netral demi dan untuk terbangunnya tata harmonis dalam hubungan industrial yang ideal.

Semua bentuk media massa cetak dan online hingga audiotipe serta audiovisual akan maksimal digunakan untuk membangun kesadaran semua pihak agar kondisi dan situasi industrial yang kondusif dapat terjaga dan berkelanjutan, "tutup" Jacob Ereste. (Ahr)