Tentang Kami Redaksi

Elemen Muda Minta Aksi 212 Tidak Dibawa Politik Praktis

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com @ Menyusul pelaksanaan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional belum lama ini, sejumlah aktifis pemuda yang tergabung dalam Elemen Muda 212 merespon kegiatan yang mengusung Prabowo Subianto menjadi calon presiden.

Menurut salah satu perwakilan Elemen Muda 212 yang merupakan Ketua Umum PP GPII periode 2013-2017, sikap ulama untuk membawa nama 212 pada ranah politik dinilai tidak dapat dibenarkan. "Kami dari elemen muda 212 tidak ingin gerakan 212 ini dibawa ke urusan politik praktis," kata Karman kepada pers belum lama ini.

Bagi Karman, dalam proses menuju pemilu 2019, jangan sampai pendukung salah satu paslon terjebak isu SARA. Ini guna menciptakan kondisi yang sejuk, aman, dan damai.

Elemen Muda Gerakan 212 juga meminta jangan dikaitkan antara agama dengan politik praktis. Sejatinya, gerakan 411 dan 212 lahir, karena kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

Namun, kini makna gerakan atau nama 212 sudah disalahartikan. Dibawa ke arah politik praktis dengan mendukung salah satu pasangan calon. Perwakilan dari Elemen Muda 212, Beni Pramula mengatakan, pihaknya tidak setuju jika ada yang mengatasnamakan 212 untuk kepentingan politik.

Sementara itu, Ketua Umum PB HMI periode 2016-2018, Mulyadi P. Tamsir menambahkan, Elemen Muda 212 ini adalah bagian dari aksi atas kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama.

Menurutnya, gerakan tersebut melibatkan banyak organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, dan sebagian besar adalah masyarakat yang tulus ikhlas hadir.

"Jadi, aksi 212 yang dihadiri kurang lebih tujuh juta umat Islam itu bukan semuanya digerakan oleh organisasi tertentu. Tetapi, lebih banyak karena panggilan hati nuraninya," katanya.

Selain Mulyadi dan Karman BM, Elemen Muda Aksi 411 dan 212 ini juga didukung aktivis muda lain seperti oleh Benni Bramula (Ketua DPP IMM periode 2014-2016), Munawar Khalil (Ketua Umum PB PII periode 2015-2017), Jihadul Mubarok (Ketua Umum DPP IMM periode 2012-2014).

Kemudian, Ahmad Nawawi (Ketua Umum DPP GEMA Mathlaul Anwar periode 2015-2020), Aminullah Siagian (Ketua Umum HIMMAH Al Wasliyah periode 2016-2019), dan Nurrahman Ridwan (Aktivis Hima Persis).