Tentang Kami Redaksi

1006 Narapidana Di Berdayakan Menjadi Ahli Kontruksi

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com


Jakarta, ParlemenRakyat

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, kembali meresmikan 1006 Narapidana dari 12 Lapas, sebagai peserta Pelatihan Konstruksi, bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. Peresmian secara serentak tersebut secara teleconference di Lapas Batam, Selasa (8/10/2018)

12 Lapas yang terlibat dalam peresmian tersebut, selain Lapas Batam adalah Lapas Bandar Lampung, Lapas Semarang, Lapas Malang, Lapas Jambi, Lapas Pekanbaru, Lapas Pontianak, Lapas Manado, Lapas Ternate, Lapas Perempuan Denpasar, Lapas Fak-Fak dan Rutan Tangerang

“Pelatihan ini merupakan lanjutan nota kesepahaman tentang penyelenggaraan peningkatan kapasitas bagi petugas dan warga binaan pemasyarakatan di bidang jasa konstruksi yang telah ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Menteri Hukum dan HAM, pada tanggal 27 Juli 2018.,” kata Utami dalam sambutannya sebelum meresmikan secara langsung kegiatan pelatihan tersebut

“Hingga saat ini jumlah narapidana yang telah mengikuti pelatihan Jasa konstruksi dan mendapatkan sertifikat keterampilan kerja sebanyak 1.041 orang,” jelas Utami, hal ini berdasarkan pesan elektronik yang di kirimkan ke parlemenrakyat.com, Selasa (9/10/2018), di Jakarta.

Ditjen PAS bersama Ditjen Bina Konstruksi akan mengembangkan kegiatan pelatihan tersebut, terus merambah lapas-lapas lain diseluruh Indonesia. "Semoga segera terwujud kegiatan pelatihah serupa di Lapas/Rutan lainnya di seluruh Indonesia, sehingga Indonesia memiliki tenaga terampil, terlatih dan profesional serta perwujudan nawacita Presiden Jokowi, dalam rangka peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia melalui program Indonesia bekerja, peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional dan revolusi karakter bangsa,” ucap Utami lagi.

“Yang paling utama adalah pelatihan ini merupakan bekal nyata bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat, menjadi manusia mandiri yang bukan menjadi beban masyarakat, tetapi penyokong penting pembangunan ekonomi, baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat banyak,” pungkas Utami. (Ahr)