Tentang Kami Redaksi

Salah Urus Kelola BPJS, Rizal Ramli Bersuara

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Solusi yang diberikan pemerintah terkait permasalahan keuangan Badan Pusat Jaminan Sejahtera (BPJS) Kesehatan hanya bersifat temporal, tidak konperhensif dan berjangka panjang. Padahal, BPJS Kesehatan merupakan komponen penting bagi rakyat.

Demikian disampaikan oleh ekonom senior Rizal Ramli dalam konperensi pers di kediamannya, Kawasan Tebet Barat Dalam IV, Jakarta, Rabu (14/11/18).

“Solusi diberikan pemerintah untuk menyelesaikan keuangan BPJS itu temporer, tambal sulam. Pemerintah tidak mampu beri solusi komperhensif jangka panjang,” kata Rizal.

Mantan Menteri Koordinator Perekonomian era presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini menduga, sejak awal adanya program BPJS Kesehatan ini memang didesain agar tidak mudah diakses oleh masyarakat bawah. Akibatnya, pengelolan keuangan BPJS Kesehatan saat ini menjadi “semrautan”.

Eks Menko Kemaritiman ini mengatakan, jika dikelola dengan benar, selain masyarakat yang sakit akan mendapatkan haknya untuk berobat di Rumah Sakit (RS), negara juga bakal mendapat untung.

“Jadi, jika dilihat sejak awal. Program (BPJS) ini sengaja dibuat gagal. Padahal, jika dikelola dengan benar, BPJS akan meningkatkan perekonomian nasional,” ungkapnya.

Said Iqbal dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa, BPJS terbentuk bukan atas ide/inisiatif pemerintah saat itu, melainkan desakan para tokoh dan aktifis dibawah Bang Rizal Ramli yang kala itu mendesak DPR RI untuk membuat suatu lembaga asuransi kesehatan yang pro rakyat.

Lalu DPR pun bergerak secara personal tanpa dukungan fraksi juga komisi. Gerekan para personal anggota DPR saat itu berkembang dan akhirnya terbentuklah BPJS, "Ujar" Said Iqbal. (Ahr).