Tentang Kami Redaksi

Kongkow Smart Citizen "Esensi dan Urgensi Data Diri di Era Digital”.

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat.com

Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Jika data kependudukan tidak akurat mengakibatkan data tersebut tidak dapat dijadikan sebagai pendukung dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya yang berhubungan dengan indikator ekonom, kesehatan, pendidikan, domokrasi, dll.

Di sisi lain, luas wilayah pelayanan, spektrum dan dinamika perubahan yang terjadi juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelayanan Dukcapil yang hakekatnya adalah hak setiap warga negara. Selain itu, masyarakat belum sepenuhnya memiliki kesadaran akan pentingnya memiliki dan memutakhirkan data diri serta bagaimana bijak melindungi data diri di era digital.

Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, data kependudukan di antaranya dimanfaatkan untuk pelayanan publik, perencanaan pembangunan, pengalokasian anggaran, pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pencegahan kriminal.

Untuk menghasilkan data kependudukan yang bisa digunakan untuk semua keperluan sebagaimana amanat Undang-Undang Adminduk, Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyelenggarakan berbagai langkah strategis, salah satunya melalui pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA).

GISA adalah sebuah gerakan untuk membangun ekosistem bagi semua pihak, masyarakat, pemerintah, dan lembaga pengguna, akan pentingnya sadar Adminduk.

Sadar Adminduk ditunjukkan dalam 4 hal, yakni sadar akan pentingnya dokumen kependudukan, pentingnya pemutakhiran data kependudukan, pentingnya pemanfaatan data kependudukan untuk semua urusan, dan pentingnya pelayanan administrasi kependudukan yang membahagiakan rakyat.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri mengadakan gelar wicara yang dikemas dalam bentuk acara Kongkow. Tujuannya adalah mengajak masyarakat sadar dan bergerak menjadi duta-duta Dukcapil guna memberikan informasi akan esensi dan urgensi dokumen kependudukan.

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Kongkow Smart Citizen dengan tema Esensi dan Urgensi Data Diri di Era Digital, Rabu pada 19 Desember 2018 bertempat di Gedung E Kompleks Ditjen Bina Pemerintahan Desa dan Ditjen Dukcapil Kemendagri Jl. Raya Pasar Minggu KM 19 Jakarta Selatan.

Acara dibuka oleh Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH. MH, mengatakan, saat ini dunia industri sudah memasuki revolusi zaman industri 4.0, zaman digital yang perlu di sosialisasikan pada masyarakat agar tau manfaat dunia digital.

"Bahwa dunia digital dalam genggaman kita, maka tata kelola kita harus diubah, untuk itu perlu memanfaatkan media sosial agar kita dapat menyampaikan informasi dengan menyebar, sehingga banyak orang yang akan mengetahuinya," ungkapnya.

Sementara para pembicara adalah Sekretaris Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dr. Ir. I Gede Suratha, MMA., Kepala Departemen Perijinan dan Informasi Perbankan OJK Irnal Fiscal Lutfi, ICT Watch/Tenaga Ahli Kemenkominfo Donny BU, LPER/Aktifis Masyarakat/Wakil Rakyat Budiman Sujatmiko, dan Smartcitizen/Artis Dr. Reisa Broto Asmoro.

Kegiatan ini didukung oleh oleh Kemendagri, Kementerian LH, RRI, Berita Satu, Daily News, Miranda Hair Care, Siber Kreasi, dan Victoria Bank. (Ahr)