Tentang Kami Redaksi

Refleksi Akhir Tahun Bersama Perkumpulan Gerakan Kebangsaan

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Jakarta, ParlemenRakyat

Tahun 2018 disebut tahun politik karena selain ada Pilkada di 171 daerah, juga sudah memasuki tahapan Pemilu 2019 (Pileg dan Pilpres serentak). Praktis sepanjang tahun ini, energi sebagian besar masyarakat Indonesia terserap ke dalam atmosfir kampanye serta jargon politik para kandidat yang dijagokannya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi, SE mengatakan, kampanye Pemilu semestinya merupakan wahana pendidikan politik, adu program berbasis data sebagai pertimbangan masyarakat untuk menentukan pilihan.

"Tapi faktanya, sepanjang tahun politik ini, kita menyaksikan narasi kampanye dipenuhi ujaran kebencian, hoax, fitnah, kampanye hitam, dan perdebatan minim data. Narasi negatif itu tersebar secara massif melalui media sosial," ujarnya di Restoran Pulo Dua, Jakarta, Minggu (30/12/2018).

Zarnubi juga mengungkapkan, Kita merasa risau dengan pernyataan beberapa tokoh politik yang mengibaratkan Pilpres 2019 sebagai baratayudha, Armageddon, atau Perang Badar. Jargon dan kampanye politik bukan lagi bersifat adu program, tapi Iebih menonjolkan politik identitas dan SARA.

Semua elemen bangsa, terutama generasi muda, harus memperteguh komitmen kebangsaan di tahun politik ini. Pemilu 2019 adalah kontestasi menuju Indonesia yang Iebih baik, bukan memecah belah.

Dalam rangka itulah, DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) pada hari ini menyelenggarakan acara Refleksi Akhir Tahun 2018 dengan tema: ”Memperteguh Komitmen Kebangsaan di Tahun Politik”, yang dihadiri oleh aktivis dan tokoh lintas generasi.

"Tahun 2018 akan segera berlalu dengan segala dinamikanya. Sepanjang tahun ini, sebagai bangsa, kita telah melewati banyak hal yang patut menjadi renungan sekaligus pelajaran untuk melangkah lebih baik di tahun-tahun mendatang. Ada duka karena musibah, ada bahagia karena keberhasilan mencapai apa yang telah direncanakan," pungkas Ketum PGK. (Ahr)