Tentang Kami Redaksi

DUA JUBIR TIM SUKSES KONGKOW BARENG

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com


Jakarta, ParlemenRakyat

Animo Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 telah terasa sejak beberapa bulan lalu. Hal ini ditunjukan dengan dominasi pembicaraan politik di berbagai media, baik media konvensional maupun media elektronik. Tak terkecuali di kalangan anak muda Indonesia, kesadaran politik yang kian bertambah membuat pembicaraan seputar Pilpres digandrungi generasi milenial Indonesia.

Jumlah pemilih muda menjadi perhatian kedua belah kubu karena persentasenya mencapai 40%. Dalam rangka memberikan ruang berdiskusi bagi anak muda, Indonesia Berbicara sebagai Non Government Organization (NGO) yang bergerak di bidang pendidikan politik dan kepemudaan membuat acara bertajub "KONGKOW BARENG JURU BICARA TIMSES."

Acara ini dilandasi semangat menyebarkan antusiasme kepedulian terhadap politik nasional dengan memberikan ruang bagi anak muda untuk terlibat langsung dalam perbincangan politik terkait isu-isu yang dekat dengan mereka bersama perwakilan masing-masing kubu dari calon presiden, yang dihadiri sekitar 20 peserta didominasi anak muda beserta rekan-rekan dari media.

Diskusi di gelar pada Sabtu, 23 Februari 2019, bertempat CoHive Pos Indonesia, dan dihadiri Ahmad Fathul Bari selaku juru kampanye nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Dedek Prayudi selaku Juru kampanye Tim Kampanya Nasional (TKN) Joko Widodo-Maaruf Amin.

Dedek Prayudi selaku juru kampanye dari TKN memaparkan, bahwa Jokowi merupakan buah manis reformasi di mana seseorang yang sebelumnya bukan dari kalangan elite dapat menjadi orang nomor satu.

"Kinerja Jokowi sendiri belumlah sempurna tetapi prosesnya sangat terasa, yang perlu digaris bawahi adalah kebijakan Jokowi yang berpihak pada rakyat," tambahnya.

Untuk periode kedua, Dedek mengatakan bahwa Jokowi akan berfokus pada pembangunan manusia.

Selanjutnya Ahmad Fathul Bahri selaku perwakilan BPN memulai dengan kegembiraannya bahwa dewasa ini pemuda bukan hanya menjadi obyek politik, namun juga menjadi subyek atau pelaku politik.

Pesan dari Fathul sendiri agar pemuda
dapat bersikap rasional terkait dengan politik, jangan terbawa dikotomi yang selama ini digaungkan yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

"Prabowo-Sandi akan memiliki fokus utama terhadap isu justice dan welfare, mencakup perlindungin hak asasi manusia sipil dan politik maupun ekonomi," ungkapnya.

Diskusi dilanjutkan dengan meminta tanggapan kedua narasumber terkait survei kecil yang dilakukan oleh tim Indonesia Berbicara di Instagram. Survei yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan partisipasi followers Indonesia Berbicara yang mayoritas anak muda untuk turut memperhatikan isu-isu sosial-politik. Kegiatan ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendorong peserta yang hadir lebih aktif lagi dalam wadah diskusi ini.

Acara ini didukung oleh CoHive yang menyediakan tempat untuk acara di CoHive Pos Indonesia. Diharapkan kegiatan hari ini dapat berkontribusi baik bagi kontestasi politik di Indonesia khususnya di kalangan pemuda. (Ahr)