Tentang Kami Redaksi

Eksponen Muhammadiyah Membentuk API Guna Pemenangan Prabowo-Sandi

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com


Jakarta, Parlemen Rakyat


Aliansi Pencerah Indonesia (API) sebagai relawan eksponen Muhammadiyah untuk pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 17 April 2019. Menghadiri Silaturrahim dan Konsolidasi Nasional pada Hari Sabtu-Minggu/ 2-3 Maret 2019 bertempat di Grand Sahid Jaya Hotel, Sudirman, Jakarta.

Silaturahim dan konsolidasi nasional Aliansi Pencerah Indonesia (API) bersama eksponen Muhammadiyah Se- Indonesia dihadiri oleh seribuan aktifis dan tokoh Muhammadiyah-Aisyiyah Se- Indonesia. Nampak hadir memberi pembekalan Prof. Dr. Suyatno, M.Pd, Dewan Pengarah API dan Prof. Chusnul Mariyah sebagai konsultan.

Selain itu hadir juga Calon Presiden Prabowo Subianto memberikan Sambutan, serta Prof. Amin Rais yang mengisi Ceramah "Peta Politik Nasional Jelang Pilpres 2019".

Sekretaris Jenderal Aliansi Pencerah Indonesia (API), Pedrik Kasman kepada media mengatakan, Kami memandang bahwa animo warga Muhammadiyah-Aisyiyah untuk andil dalam Pemenangan Prabowo-Sandi sangat tinggi. Diperkirakan 90 persen lebih warga Muhammadiyah-Aisyiyah cenderung kepada pasangan 02 ini, ujarnya (3/3).

"Kecenderungan itu tak lain karena memang secara visi-misi dan kapasitas pasangan ini dipandang lebih mampu menjawab tantangan persoalan bangsa yang demikian kompleks," tambahnya.

Pedrik juga menjelaskan, bahwa API mengkoordinir eksponen Muhammadiyah dengan menargetkan 25,7 juta suara Muhammadiyah untuk pemenangan Prabowo-Sandi.

"Kami juga membentuk Relawan Kawal TPS sebagai bagian dari program kerja API. Kami akan rekrut 360.000 Relawan yang akan di tempatkan pada daerah-daerah yang telah kami tetapkan untuk mengawal TPS, guna mencegah peluang kecurangan," tegas! Pedrik.

Di akhir wawancara, Pedrik mengungkapkan, untuk acara kali ini peserta datang dari seluruh Indonesia. Mereka adalah perwakilan wilayah dan daerah seluruh Indonesia. Jika panitia tak membatasi kepesertaan, bisa jadi yang bisa dua kali lipat bahkan lebih. (Ahr)