Tentang Kami Redaksi

Agun Ingin Masyarakat Memilih Kontestan yang Bisa Memberi Gagasan Baru

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Fraksi Partai Golkar (FPG) di MPR menggelar acara Seminar dan Peluncuran Buku bertema "Pemilu Damai, Berintegritas, dan Menyejahterakan". Ketua FPG di MPR sekaligus penulis buku, Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan seminar ini adalah tanggung jawab FPG atas posisi politiknya terhadap kebangsaan.

Terkait pelaksanaan Pemilu 2019 ia mengatakan Partai Golkar mengajak kepada masyarakat untuk bisa memilih dan memilah kontestan mana yang mampu menghadirkan pemilu, tidak hanya damai namun juga berintegritas dan menyejahterakan.

"Juga harga menghargai, saling menghormati, fair, jujur, tidak melakukan money politic, dan serangan fajar," ungkap Agun dalam sambutannya, di Ruang GBHN Gd Nusantara V Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (1/4/2019).

"Hal demikian perlu benar-benar terjaga," tambahnya.

Selain itu ia juga turut mengajak masyarakat untuk memilih dan memilah calon dari kontestan mana yang bisa memberi gagasan baru, dalam masalah kebangsaan dan kedaulatan rakyat.

"Memberi gambaran dan gagasan baru ini sangat penting untuk wajah Indonesia lima tahun ke depan," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan tantangan yang ada di masyarakat saat ini di antaranya masalah lapangan pekerjaan, kemajuan teknologi informasi, dan budaya global.

"Kebijakan pembangunan yang ada diharap tak meluluhlantakan budaya lokal yang sebenarnya menjadi karakter bangsa," tuturnya.

Untuk itu ia berharap kontestan yang ada mampu menyodorkan solusi bagi masyarakat. Misalnya menunjukkan solusi bagaimana masalah yang dihadapi kaum milenial bisa diatasi.

"Jadi Partai Golkar tidak hanya hadir di TPS tetapi juga memberi jaminan lima tahun ke depan yang menyejahterakan," ucapnya.

Bagi Agun ini penting sebab kedaulatan rakyat tidak hanya saat berada di TPS namun lima tahun selanjutnya, rakyat juga berhak atas kedaulatan di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan lainnya.

Ia menilai kontestan pemilu perlu menghadirkan gagasan, sebab diakui menjelang pemilu tahun ini masih banyak muncul caci maki, hoax, dan beragam fitnah. Dirinya dengan tegas mengajak kepada semua untuk menjadikan pemilu sebagai sarana menciptakan masa depan yang lebih baik.

Sementara itu Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, yang hadir mewakili Ketua Partai Golkar Airlangga Hartarto menuturkan dirinya memberi apresiasi atas apa yang dilakukan oleh FPG di MPR.

"Berbagai seminar yang telah digelar mampu meningkatkan citra partai di tengah masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya FPG kreatif meningkatkan sumbangsih kepada masyarakat dalam menghadapi pemilu.

"Partai Golkar ingin pemilu yang damai, berintegritas, dan menyejahterakan," paparnya.

Bagi Lodewijk, pemilu harus dilaksanakan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk mewujudkan kedaulatan rakyat.

"Ini harus menjadi pemahaman bersama," tuturnya.

Pemilu damai menurutnya sebagai modal dasar bagi keberadaan pemerintahan yang terbentuk pascapemilu. Untuk itulah hajatan lima tahun sekali itu perlu diselenggarakan secara transparan dan akuntabel.

Ada tiga faktor menuurtnya yang mampu membuat pemilu menjadi damai. Tiga faktor itu tingkat kecerdasan masyarakat yang memahami kondisi bangsa, kesiapan partai politik dalam mempersiapkan kader yang kredibel, dan kesiapan penyelenggara pemilu yang luber jurdil. (Ahr)