Tentang Kami Redaksi

Sarasehan Akal Sehat Menuju Indonesia Menang

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Bertempat di GOR Bulungan Jakarta Selatan, hari ini senen 01 April 2019, kami komunitas Alumni 70 Bulungan Pro Akal Sehat bersama Melati Putih Indonesia (MPI) dan didukung oleh berbagai komunitas, yakni: Alumni Trisakti Pro 02, Garuda Pancasila, Melati Putih Indonesia Millenial (MPI Millenial), Japri, Indonesia Muda, Sekber Satgas Jakarta Raya, #Gerakan Rabu Biru, Laskar TPS dan BPAS.

"Kami mengadakan Sarasehan Akal Sehat telah menghadirkan naras sumber dari tokoh-tokoh yang pro akal sehat yakni: DR Adhyaksa Dault, Rocky Gerung, Takaeda, dan Farazandi," itulah ucap Ketua Panitia Pelaksana "Sarasehan Akal Sehat" Dhinuk Ashraff.

Dia jelaskan, bahwa acara Sarasehan Akal Sehat ini bertujuan untuk mendapatkan pencerahan dari pembicara, diskusi dan tukar pikiran mengenai perjuangan untuk memenangkan Paslon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada pemilihan presiden yang akan diadakan pada tangal 17 April 2019.

Hal yang mendasari acara Sarasehan Akal Sehat ini adalah keprihatinan dan pangilan moral sebagai anak bangsa melihat kondisi dan keadaan bangsa serta negara yang carut marut sejak 2014 dimana keadaan perekomian yakni harga harga yang membumbung tinggi, ujar Dhinuk.

"Kurang baiknya law enforcement di Indoensia, kriminalisasi Ulama dan Habaib yang berseberangan dengan rezim serta amanat reformasi yang hanya jalan ditempat serta melanjutkan cita-cita Founding Father Bangsa yaitu mewujudkan Indonesia Adil dan Makmur," tambahnya.

Kami berbagai komunitas yang menyelengarakan sarasehan akal sehat percaya hanya Pasangan Prabowo & Sandiaga yang dapat menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia tercinta.

"Sehingga menjadi suatu keniscayaan bagi kami untuk bersatu merapatkan barisan dan bersama menuju Indonesia Menang bersama Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, ditambah visi dan misi yang diusung oleh Paslon 02 sangat masuk akal guna mengatasi permasalahan carut marut bangsa Indoensia," pungkas Dhinuk Ashraff. (Ahr)