Tentang Kami Redaksi

Launching Festival Literasi Nagekeo di Hadiri Bupati

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Kabupaten Nagekeo menyelenggarakan Festival Literasi Nagekeo, yang juga akan melibatkan Duta Baca Nasional, Najwa Shihab sebagai motevasi untuk membangun literasi di Nagekeo yang bergerak dari desa. Kegiatan Fetival literasi Nagekeo ini dilaksanakan dengan dua agenda penting yakni, soft launching literasi nagekeo di Perpustakaan Nasional pada tanggal 11 April 2019.

Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Nagekeo berkoordinasi bersama kepala Perpustakaan nasional untuk melaunching kegiatan festival literasi nagekeo pada bulan Agustus 2019. Rencananya kegiatan soft launching ini akan ditampilkan berbagai potensi seni budaya, tarian, lagu daerah dan kegiatan kreatif lainnya termasuk berbagai penghargaan kreativitas lainnya dari tokoh-tokoh pegiat literasi di daerah.

Dalam Festival Literasi Nagekeo di Mbay pada bulan Agustus yang akan berlangsung selama 6 hari nanti memiliki kegiatan utama yakni launching Nagekeo sebagai kabupaten Literasi dan e-Nagekeo, Nagekeo digital mulai dari desa dengan pioneer Perpustakaan Digital.

Disamping itu berbagai kegiatan lainnya seperti lomba literasi, motivasi literasi, literasi tenun ikat, litreasi pariwisata, literasi budaya, music dan tarian, book fair, pameran, kulinair, ethnic carnaval, seminar litreasi dan lainnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Nagekeo, Ir. Renata Fernandez saat memberi sambutan dalam "Launching Festival Literasi Nagekeo 2019" di Perpustakaan Nasional mengatakan, Kabupaten Nagekeo adalah salah satu Kabupaten baru di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dimekarkan dari Kabupaten Ngada pada Tahun 2007 dengan ibukotanya Mbay.

"Kabupaten Nagekeo memiliki banyak potensi sumber daya alam, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, potensi pertambangan dan lainnya," ujar Fernandez, menyambung sambutannya, Jakarta, Kamis (11/4/2019)

Dia jelaskan bahwa sejak sepuluh tahun menjadi daerah otonom, aspek pengembangan sumber daya manusia menjadi kebijakan prioritas untuk dikembangkan. Sektor pendidikan di berbagai tingkatan didorong untuk percepatan pembangunan manusia.

Sebagai salah satu lembaga yang mendorong akselerasi pembangunan sumber daya manusia kabupaten Nagekeo, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah memiliki peran penting secara teknis administratif dalam aktualisasi kebijakan pembangunan di Nagekeo, lanjut Ferdinandez

Dengan menekankan pengembangan aspek budaya membaca, Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Nagekeo mengejawantahkan berbagai program dan kegiatan yang mendorong pengembangan sumber daya manusia.

Melalui program gerakan menumbuhkan minat baca, Dinas Perpustakaan berinisiatif untuk memulai dari generasi awal pertumbuhan manusia pada usia sekolah. Hal ini bergerak dari prinsip pendidikan untuk memanusiakan manusia sejak dini.

"Pendidikan tidak saja terpatri dalam relasi formal akademis antara pendidik dan anak didik namun secara substantif, pendidikan juga berhubungan dengan ekspresi ekstrakurikuler kegiatan membaca, menulis, beradaptasi dengan potensi-potensi psikologis lainnya," ujar Fernandez.

Pada titik ini, kehadiran Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah dibutuhkan sebagai lembaga resmi pemerintah yang tidak saja menyediakan sarana dan prasarana pengembangan sumber daya manusia melainkan juga menghadirkan program-program berkualitas yang merangsang daya minat dan intelektual masyarakat Nagekeo umumnya serta masyarakat pendidikan Nagekeo khususnya.

Sehubungan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam Tahun 2019 merencanakan untuk melaksanakan kegiatan Expo dan Festival literasi Nagekeo untuk mewujudkan semangat memahami nilai lierasi pada berbagai aspek pembangunan di Nagekeo sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Nagekeo.

Dengan mengedepankan prinsip mencerdaskan anak bangsa sesuai amanat Presiden Joko Widodo dalam Nawacitanya tentang Indonesia Pintar. Semangat Nawacita ini juga menjadi landasan berpikir Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dan Marianus Waja untuk mengaktualisasikannya dalam visi dan misi pembangunan manusia Nagekeo lima tahun ke depan.

Membangun manusia Nagekeo tidak saja berhubungan dengan melek huruf dan menelusuri perjalanan ilmiah akademis, namun pembangunan kualitas sumber daya manusia Nagekeo, adalah kemampuan mengembangkan potensi-potensi daerah untuk perwujudan karakter yang berkepribadian, serta berbudaya.

Orang Nagekeo tidak saja cerdas dalam institusi akademis ilmiah di berbagai jenjang, tetap juga masyarakat Nagekeo mampu bersaing dalam kompetisi global dengan berbagai kemajuan di bidang teknologi informasi, menjadi masyarakat yang well being social educated level. (Ahr)