Tentang Kami Redaksi

Kemana Arah Politik Golkar Pasca Pilpres 2019.

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com


Jakarta, ParlemenRakyat

Atas Inisiator dari Aria Wicaksana (Forum Pemuda BMK), Taufan ATS (Ketum PORMAS MKGR), Samsul Hidayat (DPP KOSGORO), Erwin, Kami Garda Panca Bhakti, menyelenggarakan Sharing Discussion dengan tema : Quo Vadis Panca Bhakti? "Arah Politik Partai Golkar Pasca Pilpres 2019" pada hari Sabtu, 13 April 2019, di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat.

Hadir Narasumber Diskusi yakni: M. Syamsul Rizal (Wakil Direktur Lembaga Kajian Hukum & Demokrasi), Mirwan B.Z. Vauly ( Generasi Muda Partai Golkar-GMPG), Khalid Zabidi (Ketua DPP AMPI) dan Haris Rusli (Pengamat Politik Koord. Petisi 28)

Merujuk kepada sejarah bangsa kelahiran Golkar pada masa lalu persis pada saat situasi seperti ini, anak bangsa mengedepankan identitasnya sendiri-sendiri, mengklaim dirinya yang paling layak dan pantas dan menihilkan yang lain.

"Pada saat itu ideologi Negara, dasar Negara Pancasila menjadi alat pembedaan alih-alih persamaan, Pancasila diklaim dengan tafsir berbeda-beda atas nama kepentingan kelompoknya sendiri sebuah masa krusial datangnya ancaman perpecahan anak bangsa dan rongrongan terhadap dasar negara Indonesia," demikian disampaikan oleh Koordinator Garda Panca Bhakti, Syamsul Rizal dalam uraian diskusinya.

Golkar lahir menengahi perseteruan ideologi, Golkar muncul sebagai pembela Pancasila, menjadi Garda terdepan menghalau para perongrong, membabat habis ideologi komunisme, tambahnya.

Lebih lanjut Syamsul mengungkapkan, Kini, situasi bangsa hampir mirip suasananya, sudah merupakan panggilan mulia sejarah buat para kader Golkar menegakkan kembali ideologi Partai sebagai alasan utama untuk berada di tengah perseteruan ideologi sesama anak bangsa.

Terkait perkembangan Golkar terkini, Syamsul memperhatikan beberapa lembaga survai diantaranya; Lembaga Survey Voxpol menempatkan Golkar diurutan ke-3 dengan presentase 6.1%, Litbang Kompas 9.4%, & Polmark 13.3%. Surveyor Menggambarkan turunnya perolehan suara Partai Golkar. Sementara Litbang Kompas menyebutkan 47% Pemilih Golkar memutuskan untuk memilih Prabowo.

"Tentu Gambaran dari para lembaga survey memunculkan kegelisahan dari para kader muda partai," Pungkas Koordinator Garda Panca Bhakti, Syamsul Rizal. (Ahr)