Tentang Kami Redaksi

Rangkaian Kegiatan MSDE Ke-9 di Ikuti Coast Guard dari 17 Negara

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com


Jakarta, ParlemenRakyat


Sebagai respon terhadap kompleksitas keamanan laut lintas negara saat ini, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dan Australian Border Force (ABF) menyelenggarakan kegiatan Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) ke-9 di Jakarta, (18/6/2019).

Menurut penelitian beberapa organisasi internasional di bidang perekonomian, negara-negara di Kawasan Asia merupakan penyokong utama pertumbuhan ekonomi dunia. Hal tersebut dilihat dari pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia yang tetap stabil walaupun secara global perekonomian sedang mengalami penurunan.

"Perekonomian di kawasan erat kaitannya dengan perdagangan internasional, yang salah satu opsi konektivitasnya melalui jalur laut," ujar Kasubag Humas Bakamla, Letkol Bakamla Mardiono pada media di Harris Vertu Hotel Harmoni, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Dengan demikian, aspek pelayaran niaga menjadi suatu hal yang sangat penting bagi terjaganya pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia, tambahnya.

Di sisi lain, Letkol Mardiono juga menjelaskan, tingginya potensi ekonomi yang dimiliki oleh negara-negara di kawasan Asia, menciptakan tantangan terhadap keamanan dan keselamatan maritim di kawasan. Hal ini merupakan konsekuensi dari tingginya lalu lintas pelayaran niaga di kawasan, dan terbatasnya kemampuan serta sumber daya masing-masing negara untuk senantiasa mengawasi keamanan maritim di wilayahnya.

Dalam rangka membahas isu-isu keamanan maritim lintas batas negara, sejak Tahun 2009 Indonesia dan Australia menyelenggarakan kegiatan MSDE dan Pelatihan Hukum Laut Internasional. Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan pemahaman terhadap Konvensi Hukum Laut Internasional dan konvensi internasional lainnya yang mengatur tentang keamanan dan keselamatan maritim.

"Tidak dapat dipungkiri, kegiatan yang berlangsung ke-sembilan kalinya ini, terlaksana berkat kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia. Tidak tanggung-tanggung, 17 perwakilan coast guard negara-negara di Asia didatangkan pada perhelatan ini," ungkap Mardiono.

Selain Indonesia dan Australia, perwakilan negara coast guard yang hadir adalah: Bangladesh, Kamboja, Jepang, Laos, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini, Filipina, Sri Lanka, Singapura, Korea Selatan, Timor Leste, Turki, Uni Emirat Arab, dan Vietnam, "jelas" Letkol Bakamla Mardiono. (Ahr)