Tentang Kami Redaksi

Halal BI Halal Purnawirawan TNI-Polri di Hadiri Gatot Nurmantyo

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Halal BI Halal para purnawirawan TNI-Polri berlangsung di Madjid Attin TMII, Selasa 26 Juni 2019. Acara halal bihalal tersebut sempat di ganggu hingga harus berganti tempat karena lokasi yang sebelumnya akan dipakai belakangan infonya dibatalkan paksa secara sepihak.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu panitia yang berpangkat jenderal yang merasa kesal karena lokasi yang sudah disetujui untuk dipakai belakangan dibatalkan secara sepihak oleh pengelola gedung dengan berbagai alasan hingga mereka harus mencari lokasi lain. Sebelumnya lokasi acara akan berlangsung berada di Jakarta, Bogor dan Sentul.

Beruntung putri presiden Soeharto, Siti Herdiyati alias Mba Titie yang mengetahui kesulitan para purnawirawan itu memberi izin mesjid At Tin untuk menjadi lokasi acara Halal BI Halal yang diketuai Sjafry Syamsuddin. Acara tersebut berlangsung lancar dan menjadi ajang pertemuan setelah banyak yang lama tidak ketemu.

Halal Bihalal yang dihadiri lebih kurang 7000 purnawirawan beserta istri termasuk dari luar kota serta sekitar 500san yang berpangkat Jenderal berlangsung dengan meriah di Masjid Attin TMII, Jakarta Timur ( 26/6/2019).

Para mantan pejabat seperti mantan Panglima Gatot Nurmantyo, mantan Kasau Imam Syufaat, mantan Menhankam Tedjo Edi, mantan Mensesneg Sudi Silalahi, mantan sekjen Wantanas Romulo Simbolon, mantan Pangdam Jaya Sjafry Syamsuddin, mantan danjen Kopassus Agus Sutomo dan Soenarko terlihat hadir dan duduk barisan depan.

Sebelum mendengar ceramah dari ustad Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym para peserta yang beragama Islam sholat Dhuhur bersama.

Dalam sambutannya mantan Panglima Gatot Nurmantyo mengingatkan agar para purnawirawan berdoa bersama-sama agar Indonesia memiliki pemimpin yang adil dan dapat mengayomi masyarakat serta menjaga bangsa dengan berpegang teguh pada UUD 45 dan Pancasila.

"Tugas sebagai prajurit belum selesai dan saatnya bersatu dan bergandengan tangan dengan masyarakat untuk melanjutkan perjuangan untuk menjaga Indonesia yang kita cintai." Gatot juga mengingatkan agar waspada karena masalah invasi bisa dilakukan diam-diam.

Pada kesempatan tersebut, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo juga mengingatkan agar para purnawirawan bangkit melakukan perubahan demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak punah.

Gatot menyampaikan hal tersebut setelah dirinya melakukan kunjungan silaturahmi kepada para senior TNI terkait kondisi dan situasi bangsa Indonesia saat ini.

Gatot juga memberikan pandanganya soal sila ke-4 dalam Pancasila yang dinilai telah kehilangan makna saat ini. Tidak hanya itu, dia menyinggung bahayanya global civilizations yang mengancam kedaulatan bangsa.

"Ini kalau kita tidak waspada, seperti suku Aborigin hilang Dan suku lainnya, di singapura suku melayu tersingkir. Siapa lagi yang perduli kalau bukan kita," ujarnya.

Mantan KSAD itu juga menyoroti kerjasama ekonomi yang menurutnya adalah satu keniscayaan, namun dalam kerjasama tersebut, diingatkan agar tidak menghilangkan ruang hidup masyarakat.

"Kewaspadaan adalah harga dari sebuah kemerdekaan. Purnawirawan harus bangkit atau bangsa ini akan punah," demikian Gatot menegaskan.

Sedangkan Aa Gym mengingatkan para purnawirawan dan istri agar tidak lupa sholat dan harus mempersiapkan bekal tuk hidup setelah mati. Harus selalu disiplin mengingat Allah karena Allah selalu menutupi aib manusia. (Ahr)