Tentang Kami Redaksi

Halal Bihalal Warga Ciayumajakuning

Parlemenrakyat.com @Salah satu tradisi khas muslim di Indonesia dalam menyambut Idul Fitri adalah Halal bi halal. Suatu kebiasaan yang hanya ada di tanah air kita ini sebagai ungkapan untuk saling memaafkan atas kesalahan dan kehilafan yang dilakukan.

Untuk itu masyarakat Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar acara halal bihalal Sedulur Cirebonan pada hari Sabtu kemarin, 29 Juni 2019 jam 10.00 - 14.00 WIB di Gedung RNI lantai 6, Jalan Rasuna Said, Jakarta.

Menurut Ketua Umum Dulur Cirebonan Prof DR Ir H Rokhmin Dahuri, MS, halal Bi halal merupakan aktfitas seseorang untuk menyelesaikan masalah dengan saudaranya, meluruskan hubungan yang sempat terputus, serta melepaskan ikatan dosa dari saudaranya dengan jalan saling memaafkan. Halal Bihalal juga mencairkan hubungan yang selama ini terkesan beku menjadi hubungan yang harmonis serta menyambung silaturahmi yang terputus. Inilah yang membuat orang perlu melakukan halal bi halal.

Acara halal bihalal ini warga Ciayumajkuning dihadiri para tokoh masyarakat Cirebonan, antara lain mantan Menko Kesra dan mantan Ketua DPR Bapak Agung Laksono. Diharapkan Dulur Cirebonan tetap rukun, harmonis, dinamis dan sama tabayun usai pemilihian umum serentak Pileg dan Pilpres 2019, sehingga untuk selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Seperti diketahui, betapa uniknya daerah Ciayumajakuning ini. Daerah eks Karesidenan Cirebon ini seperti potret Indonesia mini. Ada dua bahasa, yakni bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Ada budaya tradisional yang diekspresikan melalui kesenian daerah. Ada yang seni Sunda seperti klenengan, seni Jawa seperti tari topeng. Ada yang lembut dan bernuansa keagamaan atau dakwah seperti genjringan, rentengan dan tarlingan. Ada yang keras dan beraroma kuatnya nilai perjuangan masyarakat untuk membangun daerahnya seperti sandiwara masresan dan dombretan. Meski demikian masyarakatnya lebih bangga disebut asal Cirebon karena dianggap buminya para wali.