Tentang Kami Redaksi

Alumni ITB Helat Aspirasi Menuju 100 Tahun

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com @ Menjelang 100 tahun Institut Teknologi Bandung (Seabad ITB) pada 2020, Ikatan Alumni menghelat acara Aspirasi Menuju 100 Tahun ITB: Kekuatan Karakter dan Budaya Intelektual, yang dilaksanakan di Auditorium BPPT, Jl MH Thamrin 8, Jakarta baru-baru ini.

Hadir sebagai pembicara Menteri Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung Wibowo, Ketua Majelis Wali Amanat ITB Yani Panigoro, Ketua Umum Ikatan Alumni ITB Ridwan Djamaluddin serta para alumni lintas angkatan.

ITB sendiri sebelumnya bernama Technische Hoogeschool te Bandung biasa disingkat menjadi TH te Bandoeng adalah Perguruan Tinggi Teknik pertama sekaligus lembaga pendidikan tinggi pertama di Hindia Belanda yang lahir pada 3 Juli 1920, berkedudukan di kota Bandung.

Setelah mengalami beberapa kali perubahan bentuk, sekarang kampus ini dikenal dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dewasa ini, ITB telah menjadi salah satu pusat ilmu sains, teknologi dan seni terbaik di Indonesia, yang telah melahirkan puta-putri penerus masa depan bangsa.

Pramono Anung Wibowo yang juga merupakan alumni Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1982 mengatakan, kendati jumlah menteri pada Kabinet Jokowi-JK hanya 3 orang, namun alumni ITB banyak menduduki pejabat eselon satu. "Saya kebetulan sekretaris Tim Penilai Akhir, pejabat eselon satu paling banyak dari ITB," ujarnya.

Menseskab juga memaparkan program kerja pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Maruf Amin kedepan, antara lain akan menata lembaga-lembaga riset maupun litbang yang tersebar di pelbagai instansi atau kementerian. “Semua lembaga riset atau litbang akan disatukan dalam Badan Riset Nasional,” ujar Pramono Anung.

Ia merasa yakin mahasiswa dan alumi ITB mendengarkan pidato kebangsaan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi ketika di Sentul, dan ia juga ingin menyampaikan latar belakang apa yang akan dilakukan kurang lebih 5 tahun kedepan dan bagaimana kita bisa memerankan dirinya.

Yang pertama kita tahu semua dalam 5 tahun periode pertama infrastruktur betul-betul secara masif di Kerja Indonesia di luar Jawa sehingga infrastruktur kedepan perkembangannya lebih baik. Dengan kita melihat perkembangan yang ada baik itu pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik dan sebagainya terutama di luar Jawa itu perkembangannya secara signifikan.

"Kita tidak membayangkan pada bulan Oktober tahun 2019 ini Jalan trans di Kalimantan Timur dari Balikpapan sampai Samarinda sudah selesai, demikian juga dengan Jalan trans Sumatera sekarang ini dari Bakauheni Lampung sampai ke Palembang juga sudah tersambung yang akan terus dilanjutkan sampai Provinsi Aceh," ungkapnya.

Lebih lanjut Pramono menegaskan bahwa yang menjadi perhatian Presiden Jokowi pada pidato kemarin adalah bahwa sebenarnya pembangunan infrastruktur dan transportasi kita itu masih belum efisien karena masih kalah dibandingkan dengan negara tetangga kita Asia tenggara.

Namun pembangunan infrastruktur akan tetap dilanjutkan mudah-mudahan tahun 2020 pembanguna Jalan Trans Jawa dari Merak sampai Banyuwangi akan tersambung sehingga dengan demikian kita sudah mulai membuat untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur Kita akan buka koridor baru untuk pertumbuhan ekonomi diberikan fasilitas dan kemudahan teknologi desain dan sebagainya yang Tujuannya adalah untuk bisa memberikan konstribusi mengangkat pertumbuhan ekonomi kita Jawa Tengah sekarang tumbuh 5,5% Jawa Timur empat persen bisa tumbuh 6% Jawa Timur bisa lebih baik. Sehingga akan bisa memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi Nasional mulai pada tahun 2020 nanti.

Selanjutnya menurut Pramono bahwa yang tidak kalah penting dalam pidato pernyataan Presiden Jokowi adalah untuk menuju 2020 ada perubahan shifting dari infrastruktur menuju pada pembangunan Shifting sumber daya manusia, yang artinya bagaimana dengan sumber daya manusia (SDM) itu harus betul-betul memiliki Menteri sebagai Panglima SDM sepeti Menteri PUPR sebagai Panglima pembangunan Infrastruktur nya, sehingga masing-masing Kementerian diperintahkan untuk memikirkannya.

“Tentunya yang harus dipikirkan Kementerian kedepan adalah dari sisi politeknik untuk memproduksi orang-orang yang berkualitas terbaik sehingga sumber daya manusia Indonesia menjadi kebutuhan dunia usaha baik nasional maupun Internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut Pramono berharap bagaimana pada posisi Kementerian kedepannya alumni ITB dapat mengisinya dalam Kabinet Presiden Jokowi- Wakil Presiden KH Maruf Amin terpilih periode 2019-2024, karena Ketua Umum Ikatan Alumni ITB Ridwa Djamaludin menyampaikan bahwa Periode yang lalu itu hanya ada 3 orang dari ITB yang mengisi jabatan Menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi-Jusuf Kalla.

"Saya berharap Alumni maupun para senior-senior ITB bisa mengisi Menteri dalam Kabinet Presiden Jokowi-KH.Maruf Amin sehingga menjadi putra putri terbaik nomor satu bangsa Indonesia," ungkap Pramono Anung.