Tentang Kami Redaksi

140an Pengurus DPP Golkar, Ungkapkan Mosi Tidak Percaya pada Airlangga Hartarto

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Pengurus harian dan pengurus pleno DPP Partai Golkar menyatakan mosi tidak percaya kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Kini Pengurus, kader, dan simpatisan Partai Golkar tak bisa lagi berkantor dan melakukan aktifitas kepartaian di DPP Partai Golkar. Airlangga sudah menutup rapat-rapat pintu kantor DPP. Penguasaan sepihak ini melawan logika dan praktek konstitusi sekaligus konvensi berorganisasi.

Kantor resmi merupakan aset kolektif dari seluruh pengurus, anggota, kader, dan simpatisan. Bukan milik sekelompok orang apalagi pribadi," tegas Wakil Sekretaris Jenderal Victus Murin yang menjadi Juru Bicara penyampaian Mosi Tidak Percaya DPP Partai Golkar kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto kepada wartawan di Restoran Batik Kuring SCBD Jakarta, Jumat (30/08/19).

Pada kesempatan itu, Mosi disampaikan dalam jumpa pers di Restoran Batik Kuring, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (30/8). Hadir Sirajuddin Abdul Wahab, Victus Murin, Fatah Ramli, dan lainnya yang merupakan pendukung Bambang Soesatyo.

Sirajuddin menyebut, kondisi Partai Golkar saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan dan berbahaya, terutama setelah kantor DPP Golkar dikuasai orang-orang berseragam AMPG yang disebut Bamsoet "preman".

Mencermati kondisi teraktural Partai Golkar, termasuk di dalamnya situasi real di kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat yang lumpuh dari semua aktivitas normal keorganisasian Partai Golkar, maka kami pengurus harian dan pengurus pleno DPP Partai Golkar menilai DPP Partai Golkar dalam keadaan berbahaya dan mengkhawatirkan, kata Sirajuddin di lokasi jumpa pers.

"Kami pengurus harian dan pengurus peno DPP Partai Golkar dengan kesadaran penuh menyatakan mosi tidak percaya kepada kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto."ungkapnya

Sirajuddin juga menyebut semenjak kantor DPP Partai Golkar dikuasi oleh segelintir orang, kantor tersebut dijadikan tempat oknum melakukan perjudian. Hal itu terbukti dari beberapa orang yang diamankan pihak kepolisian.

"Telah terjadi tindakan kriminal berupa perjudian di kantor DPP Partai Golkar, terbukti dengan penangkapan para pelaku perjudian oleh pihak kepolisian Polres Jakarta Barat, sebagaimana yang telah ramai diberitakan oleh media massa," terangnya.

Tak hanya itu poin mosi tidak percaya kepada Ketum Golkar itu juga menyoroti pelanggaran yang dilakukan Airlangga terhadap AD/ART Partai Golkar. Salah satunya yakni, tidak melaksanakan Rapimnas pada tahun 2018. (Ahr)