Tentang Kami Redaksi

UU Pesantren: Mahad Aly Setara Perguruan Tinggi

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Pemerintah Indonesia saat ini telah menyejajarkan Mahad Aly dengan perguruan tinggi. Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang (UU) Pesantren yang baru saja disahkan.

Dalam undang-undang tersebut, secara esensi Mahad Aly sama dengan perguruan tinggi yang lain, hak dan kewajibannya. "Jadi, sekarang semakin kuat payung hukum Mahad Aly," ujar Ketua Asosiasi Mahad Aly Indonesia (AMALI) KH Abdul Djalal, baru-baru ini.

Dengan adanya UU Pesantren tersebut, menurut dia, kader-kader ulama Indonesia tidak perlu khawatir lagi dengan masa depan. Namun, Mahad Aly di seluruh Indonesia harus berusaha lebih keras lagi karena di dalam undang-undang tersebut sudah terdapat sebuah pengakuan.

"Seluruh pengelola Mahad Aly harus berusaha keras. Karena itu sebuah pengakuan atau amanat yang diberikan, dijaga, dan dikembangkan," katanya.

Namun, lanjut dia, pemerintah masih segera menyiapkan banyak hal terkait regulasi sesuai amanah di dalam UU Pesantren itu. Karena, sebelum adanya peraturan pelaksanaannya undang-undang tersebut belum bisa diaplikasikan, seperti Peraturan Menteri Agama (PMA) atau Peraturan Presiden (Perpres).

Menurut Kiai Djalal, ada sekitar 15 PMA dan dua Perpes yang harus dipersiapkan oleh pemerintah, salah satunya tentang Dana Abadi Pesantren. Dia berharap, semua bahan regulasi itu nantinya berasal dari kalangan pesantren dan pemerintah hanya perlu mengesahkan sesuai dengan bahasa perundangan-undangan.

"Jadi, menurut saya, Ma!had Aly harus berbenah, harus betul-betul menyiap kan diri, baik secara kelembagaan maupun secara keilmuan," jelasnya.

Karena itu, Asosiasi Mahad Aly seIndonesia saat ini juga tengah menye lenggarakan berbagai pertemuan untuk mengevaluasi perkembangan Mahad Aly, sehingga ke depannya bisa membukukan rancang bangun keilmuan dan rancang bangun kelembagaannya dengan baik.

"Jadi, kita ingin kelembagaan Mahad Aly itu semakin kuat. Kemudian, keilmuan nya juga," ucapnya.

Secara kelembagaan, Mahad Aly sudah bayak berdiri di berbagai daerah Namun, Kiai Djalal berharap, Mahad Aly justru tidak tumbuh secara massif lantaran khawatir ke depannya tidak terurus dan tidak selektif lagi dalam mengader calon-calon ulama.