Tentang Kami Redaksi

BAZNAS Gelar Publik Ekspose IKB

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com @ Memeringati Hari Pengentasan Kemiskinan Sedunia pada 17 Oktober 2019, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Publik Ekspose Indeks Kesejahteraan BAZNAS, yang merupakan hasil kajian Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS.

Publik Ekspose IKB digelar di Hotel Sofyan Jakarta, Kamis (17/10) menghadirkan narasumber; Wakil Ketua BAZNAS Zainulbahar Noor, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Irfan Syauqi Beik dan Direktur Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS M. Hasbi Zaenal.

Wakil Ketua BAZNAS Zainulbahar Noor mengatakan, menurut data statistik angka kemiskinan turun dari dua digit menjadi satu digit. Jumlah pengumpulan zakat sangat erat untuk menurunkan angka kemiskinan.

Demi mendekati keakuratan data, kata Zainul pihaknya telah membuat Indeks Kesejahteraan BAZNAS. "Kami harapkan indeks ini dapat dipublikasikan juga bisa menjadi kajian perguruan tinggi," kata mantan Dubes di negara Timur Tengah ini.

Menurut Irfan Syauqi Bek alat ukur untuk mengukur kemiskinan dan kesejahteraan sudah ada. Namun alat ukur itu baru dari aspek material, karena itu kami membuat alat ukur tidak hanya dari aspek material juga dari sisi syariah.

"Kita berharap ini menjadi referensi dalam mengukur kemiskinan," ujar Irfan. Secara umum lanjut dia, IKB mencakup aspek CIBEST material spiritual, aspek modifikasi IPM dan aspek kemandirian.

Seperti diketahui BAZNAS terus berinovasi dengan program kekinian dan terbarukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada muzaki (orang yang membayar zakat, infak dan sedekah atau disingkat ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya atau DSKL), serta mustahik (penerima ZIS).

Hasbi Zaenal berharap IKB bisa menjadi metode pengukuran di perguruan tinggi. Adapun IKB memiliki empat area kuadran, kesejahteraan, kemiskinan material, kemiskinan spritual dan kemiskinan absolut.