Tentang Kami Redaksi

Jangan Kendor Perangi Corona

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Kendati upaya memerangi pandemi Covid-19 sudah berlangsung dua bulan, namun masyarakat harus terap semangat, dengan terus disiplin mematuhi seluruh protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah maupun para ahli kesehatan sampai benar-benar diyakini bahwa penyebaran virus corona ini berhenti di seluruh wilayah negeri.

Demikian disampaikan Naufal Mahfudz, Direktur Umum dan SDM BPJamsostek yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Maghfiroh BPJamsostek kepada pers di Jakarta, baru-baru ini. "Jangan kasih kendor. Mungkin itu frasa yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi hari ini dan beberapa hari ke depan, yakni saat pandemi COVID-19 di negeri ini belum juga mereda, dan saat bulan suci Ramadhan memasuki sepuluh hari terakhir," ujar Naufal.

Kendor atau tepatnya kendur menurut bahasa Indonesia yang baku adalah kondisi yang tidak kencang, longgar atau melemah. Jika melihat data kecenderungan kurva kasus pasien positif COVID-19 di salah satu daerah episentrum penyebaran virus korona beberapa hari terakhir memang melandai dan ada penurunan.

Namun menurut Naufal, masyarakat jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa wabah ini segera berakhir. Jangan-jangan data ini masih sangat fluktuatif. "Bersyukur jika kurva kasus pasien positif COVID-19 di negara kita terus menurun," ucapnya.

"Lepas dari kontroversi yang dipahami di kalangan masyarakat, kita tidak boleh kendur melawan virus yang belum ada vaksinnya ini," imbuhnya.

Menurut dia, Pemerintah di satu sisi menyatakan bahwa warga negara yang berusia 45 tahun ke bawah diperbolehkan untuk bekerja kembali pada 11 bidang usaha tertentu. Warga negara pada rentang usia ini diberi prioritas untuk beraktivitas kembali di samping karena tidak termasuk dalam kelompok rentan terpapar COVID-19 juga agar mereka tidak kehilangan mata pencaharian atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Namun, di sisi lain pemerintah juga menyatakan bahwa belum ada produk hukum yang memperbolehkan warga berusia di bawah 45 tahun untuk kembali bekerja. Jadi ketentuan operasional sektor usaha tertentu dalam peraturan pemerintah tentang tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlaku.

Begitu juga tentang larangan operasional transportasi, masyarakat menjadi bingung ketika pemerintah memberikan kelonggaran dengan mengizinkan kepada sejumlah moda transportasi untuk beroperasi mengangkut penumpang antar kota antar propinsi. Di sisi lain pemerintah tetap melarang warganya untuk mudik.

Hal lain tentang anjuran Presiden untuk tetap beribadah di rumah. Pemerintah dan beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat mewacanakan relaksasi PSBB di rumah ibadah sebagaimana relaksasi yang diberikan untuk sarana perhubungan dan pusat perbelanjaan. Sementara ulama masih tetap menganjurkan untuk beribadah di rumah, termasuk ibadah-ibadah di bulan Ramadan dan Shalat Idul Fitri.

Karena itu, menurut Naufal Mahfudz, saat memasuki 10 hari fase akhir Ramadhan sebaiknya masyarakat jangan kasih kendur dan tetap istiqomah kencang memerangi COVID-19 dengan terus disiplin mematuhi seluruh protokol-protokol kesehatan.