Tentang Kami Redaksi

Seleksi Eselon I Kemenag Masuk Tahap Akhir

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya atau setingkat Eselon I Kemenag memasuki tahap akhir. Rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah terbit sehingga seleksi segera masuk tahap sidang Tim Penilai Akhir.

"KASN sudah menerbitkan rekomendasi yang menjelaskan bahwa proses seleksi terbuka JPT Madya Kemenag sudah berjalan sesuai ketentuan," terang Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Saefuddin di Jakarta, Selasa (28/07).

Menurut Saefuddin, rekomendasi KASN terbit pada Kamis, 23 Juli 2020. Selang sehari, Menag bersurat ke Presiden untuk melaporkan hasil seleksi terbuka dan rekomendasi KASN. "Menag sudah bersurat ke Presiden, melaporkan hasil seleksi terbuka, yaitu tiga nama di setiap formasi," jelasnya.

Seleksi terbuka JPT Madya Kemenag dibuka untuk lima formasi, yaitu: Inspektur Jenderal, Kepala Balitbang-Diklat, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Hindu, dan Dirjen Pendidikan Islam. Jadi ada 15 nama terpilih yang akan masuk dalam pembahasan sidang TPA.

Saefuddin menambahkan, sidang TPA akan diikuti Presiden, Wapres, Menag, MenPAN dan RB, Menseskab, Mensetneg, Menteri PANRB, Kepala BKN, Kepala PPATK, Kepala BIN, dan kementerian atau lembaga terkait lainnya.

Dia berharap sidang TPA bisa digelar dalam waktu dekat sehingga hasilnya bisa segera ditetapkan Presiden untuk selanjutnya dilantik sebagai pejabat Eselon I di Kemenag. "Kami berharap awal Agustus 2020 sudah ada keputusan pejabat terpilih yang akan dilantik," tandasnya.

Berikut daftar nama peserta yang masuk tiga besar hasil seleksi terbuka JPT Madya Kemenag: Irjen: Deni Suardini, Maman Saepulloh dan Mohamad Ali Irfan. Dirjen Pendidikan Islam: Muhammad Ali Ramdhani, Muhtar Solihin dan Musahadi.

Dirjen Bimas Katolik: Adrianus Eliasta Meliala, Suparman dan Yohanes Bayu Samodro. Dirjen Bimas Hindu: I Nengah Duija, Ida Bagus Raka Suardana dan Tri Handoko Seto. Kepala Balitbang-Diklat: Achmad Gunaryo, Ali Rokhmad dan Muhammad Zain.