Tentang Kami Redaksi

Pengelolaan Zakat Berbasis Teknologi Perbesar Kontribusi

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Pengelolaan zakat berbasis tekonologi digital akan memperbesar kontribusi zakat dalam pembangunan bagi seluruh masyarakat (inklusif). Demikian dikemukakan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi saat menyampaikan Keynote Speech pada The 4th International Conference of Zakat (The 4th ICONZ).

Acara yang mengangkat tema "Zaka Tech for Inclusive Development" digelar di Jakarta, 7-8 Oktober 2020. "Peran teknologi dalam mendukung gerakan zakat harus terus dipahami, dan menjadi skill (yang harus dikuasai) para amil, terutama di masa pandemi Covid-19 ini," kata Wamenag, Rabu (07/10).

Menurut Zainut, pengelolaan zakat berbasis teknologi, bukan hanya merupakan bentuk inovasi layanan lembaga. "Tetapi lebih dari itu, ini sangat penting dalam rangka memudahkan akses muzaki dan mustahik dalam menerima hak-haknya tanpa merasa rendah dan direndahkan," imbuh Wamenag.

Ini tentunya, lanjut Zainut, tanpa mengabaikan hak-hak fakir miskin dan komunitas sosial yang belum tersentuh dengan teknologi informasi.

Ia pun menyampaikan, Pemerintah Republik Indonesia mendorong organisasi pengelola zakat untuk meningkatkan peran dan kontribusi pendayagunaan zakat untuk mengatasi kemiskinan. "Terutama dalam membantu tugas negara dalam menyelamatkan kehidupan manusia di tengah pandemi Covid-19," kata Zainut.

"Banyak harapan kini disandarkan kepada keuangan sosial syariah, khususnya zakat dan wakaf, ketika sistem keuangan yang digerakkan oleh pasar, kapital, dan penerimaan negara mengalami guncangan dan resesi akibat pandemi," sambungnya.

Wamenag berharap The 4th ICONZ yang terselenggara berkat kerjasama BAZNAS, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Trisakti Jakarta dapat melahirkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan dalam kerangka kerjasama antar bangsa serta menginspirasi peningkatan kinerja organisasi pengelola zakat.

"Selamat bertukar gagasan. Mari bersama-sama memikirkan dan berbuat untuk kemajuan peradaban zakat yang mensejahterakan umat manusia," pesan Zainut.

The 4th ICONZ digelar secara daring dihadiri oleh 200 partisipan berasal dari akademisi, praktisi zakat nasional dan internasional. Tercatat ada 25 negara yang turut berpatisipasi sebagai peserta konferensi maupun finalis paper internasional.

Selain Wamenag Zainut Tauhid Saadi, The 4th ICONZ juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang ekonomi islam. Di antaranya, Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi, Lead Research Economist Islamic Development Bank (IsDB) Mohammed Obaidullah, Ketua National Zakat Foundation (NZF) Worldwide Azim Kidwai, INCEIF Malaysia Aishath Muneeza, Profesor Muhammad Zilal Hamzah dari Universitas Trisakti, dan Profesor Raditya Sukmana dari UNAIR Surabaya.