Tentang Kami Redaksi

Munas X MUI Memilih Ketua Umum Periode 2020-2025

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 25-27 November akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama perhelatan. Munas juga akan memilih Ketua Umum MUI periode 2020-2025.

"Kegiatan Munas antara lain memilih ketua umum melalui pemilihan formatur, formatur bisa berjumlah 13 orang, bisa kurang atau lebih sesuai dengan kebutuhan," ungkap Dr. KH Shodiqun, Wakil Ketua SC ditemui di kantor MUI Pusat, baru- baru ini.

Namun menurut dia, proses pemilihan pengurus di MUI tidak seperti kongres partai politik. "Tradisi pemilihan pengurus MUI secara musyawarah mufakat, berlangsung tertib, tenang, adem ayem," ungkap kiai Shodiqun.

Sementara Wakil Sekretaris Pelaksana, KH Rofiqul Umam Ahmad menjelaskan, hajatan 5 tahun itu berbeda dengan Munas MUI pada tahun sebelumnya, mengingat munas tahun ini harus tetap diselenggarakan di tengah pandemi.

Munas akan diselenggarakan dalam dua bentuk yakni secara virtual dan tatap muka. Peserta tatap muka akan hadir di Hotel Sultan Jakarta dengan jumlah terbatas dan juga dilakukan secara virtual (online) dengan para peserta berada di rumah/kantornya masing-masing di berbagai daerah.

"Untuk Munas MUI kita menetapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai peraturan dan ajakan serta imbauan pemerintah dan berbagai pihak yang terkait dengan Covid-19,” ucapnya kepada media di Jakarta, Sabtu (21/11).

Dia menjelaskan untuk mengantisipasi adanya klaster baru penularan Covid-19 maka setiap peserta diwajibkan untuk mengikuti tes dan menjaga protokol kesehatan selama berlangsugnya acara. "Oleh karena itu peserta Munas MUI harus mengikuti test swab PCR dan mereka yang hasil tesnya negatif yang dapat menghadiri Munas secara tatap muka di Hotel Sultan," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan pelaksanaan Munas akan dibagi ke dalam empat komisi. Masing-masing komisi akan membahas materi dan menghasilkan keputusan yaitu sebagai berikut:
1. Komisi A atau PD PRT dengan materi yaitu;
- Penyempurnaan PD dan PRT MUI.
- Penyempurnaan Wawasan MUI.
- Tata Cara Pemilihan Ketua Umum dan Pembentukan DP MUI.
2. Komisi B Garis-Garis Besar Program: Garis-Garis Besar Program MUI Periode 2020-2025.
3. Komisi C Fatwa: Fatwa-fatwa MUI.
4. Komisi D Rekomendasi:
- Rekomendasi
- Taujihat Jakarta