Tentang Kami Redaksi

KAMI Gelar Bedah Buku Syahganda Nainggolan

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menggelar peluncuran dan bedah buku "Pemikiran sang Revolusioner Dr. Syahganda Nainggolan", di Jakarta, Jumat (27/11).

Hadir dalam acara peluncuran buku tersebut seperti Presidium KAMI Gatot Nurmantyo, Refly Harun, hingga Said Didu. Sementara itu, tokoh-tokoh KAMI yang lain seperti Din Syamsuddin, Ahmad Yani dan yang lain hadir secara virtual.

Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin sempat memberikan sambutan dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Gatot menyebut sosok Syahganda Nainggolan yang sampai hari ini masih ditahan Bareskrim Polri sebagai sosok yang kritis.

"Dan demonstran keras menyatakan kebenaran. Tidak hanya di luar kekuasaan tetapi tetap konsisten di dalam kekuasaan. Saat pemerintahan SBY, dia selalu kritis menyuarakan nasib buruh. Selalu menyuarakan ke para direksi agar tak pelit ke para buruh," kata Gatot.

Menurut Gatot, kecerdasan dan kekritisan Syahganda dapat dilihat dari tulisan-tulisannya. "Argumen dan pernyataan-pernyataannya sangat sulit dibantahkan. Karena itu dia dikenal sebagai pemikir intelektual. Pemikirannya disusun dalam buku ini. Menjadi bukti sosok Syahganda yang matang dan dingin, pisau analisanya tajam," ujar Gatot.

Sementara itu, Presidium KAMI lainnya, Din Syamsuddin bersaksi bahwa Syahganda adalah seorang intelektual sejati. Menurut Din, Syahganda tak pernah berhenti memadukan ide dan aksi.

"Itu ada pada diri Syahganda Nainggolan, maka saya yakin keberadaannya di balik jeruji besi itu tidak akan membuatnya berhenti berpikir, berefleksi, dan saya yakin banyak refleksi yang dilahirkannya," tutur Din.

Sebelum acara bedah buku, Imam Besar Front Pembela Islam melalui virtual memberikan sambutan. Dia meminta pemerintah agar pembebaskan para tahanan politik, dan memberi kesempatan untuk berdialog.

Sebagai pembedah buku, hadir sejumlah pakar seperti Margarito Kamis, Aktivis Hariman Siregar dan Rocky Gerung. Menurut Rocky, Syahganda Nainggolan kini di dalam tahanan merupakan resiko perjuangan. "Lebih baik diborgol karena benar, daripada diborgol karena benur," ujar Rocky.