Tentang Kami Redaksi
Parlemen Update

Sapardi Djoko Damono Terima Anugerah Kepenyairan Adiluhung

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Penyair Sapardi Djoko Damono dinobatkan sebagai penerima Anugerah Kepenyairan Adiluhung Yayasan Hari Puisi (YHP) 2020. Penghargaan ini disampaikan atas dedikasi almarhum atas kiprahnya dalam bidang perpuisian.

"Berdasarkan kajian (i) historis tentang perjalanan kepenyairan, (ii) perkembangan stilistik, tematik, dan inovatif yang ditawarkan, (iii) konsistensi dan kontinuitas dalam peta perpuisian Indonesia, (iv) komitmen dalam membina dan mengembangkan kepenyairan pada generasi berikutnya, dan (v) pengaruhnya yang luas di dalam dan di luar negara, Pengurus YHP memutuskan-menetapkan, bahwa Anugerah Kepenyairan Adiluhung YHP 2020 diberikan kepada penyair Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono (Solo, 20 Maret 1940 - Tangerang, 19 Juli 2020)," kata Maman S Mahayana, ketua Yayasan Hari Puisi di Jakarta, Ahad (20/12).

Maman mengemukakan, Anugerah Kepenyairan Adiluhung (AKA) yang diberikan Yayasan Hari Puisi (YHP) adalah bentuk penghargaan dan penghormatan yang luhur dan sepantas-pantasnya bagi penyair yang lebih dari separuh hidupnya ditumpahkan untuk pertumbuhan dan perkembangan perpuisian Indonesia - khususnya dan kemajuan kesusastraan Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penegakan peradaban bangsa. "Anugerah ini penting sebagai komitmen YHP kepada perpuisian Indonesia," ujarnya.

Ia mengunkapkan, sejak pertama kali YHP menyelenggarakan Sayembara Anugerah Hari Puisi (2013), sebenarnya sudah muncul pemikiran untuk memberi penghargaan kepada sosok penyair dengan kualitas karya-karyanya yang adiluhung. Tetapi, mengingat berbagai keterbatasan dan kendala yang dihadapi YHP, pelaksanaannya baru dapat dilakukan tahun 2020 ini.

"Semoga langkah awal ini dapat terus berlanjut sebagai langkah konkret menyampaikan apresiasi yang sepatutnya kepada kiprah kepenyairan yang dalam pandangan YHP telah memberi kontribusi dan pengaruh penting bagi kehidupan perpuisian Indonesia," paparnya.

Maman menjelaskan, di samping perkara kualitas karyanya yang menjadi kriteria utama, pertimbangan lain menyangkut kiprah kepenyairannya. Penilaiannya memang relatif, tetapi parameter kontribusi dan pengaruhnya dapat ditelusuri melalui perkembangan yang terjadi dalam dinamika kehidupan perpuisian Indonesia.

Setidaknya, kata Maman, ada tiga hal yang menjadi sorotan penilaian. Pertama, komitmennya pada kesadaran, bahwa melalui puisi, ia coba memberi sumbangan bagi pemerkayaan bahasa Indonesia. Kedua, karya-karyanya dapat dianggap memercikkan inspirasi bagi penyemarakan kreativitas, tidak hanya pada penyair Indonesia lainnya, tetapi juga pada pelaku budaya, penggiat seni, dan masyarakat luas.

Ketiga, kontribusi dan pengaruh karya-karyanya pada (i) dunia pendidikan-pengajaran, (ii) generasi muda, dan (iii) masyarakat luas dipandang dapat menumbuhkan spirit menegakkan citra bangsa yang literat. Demikianlah, puisi menjadi arena pergulatan kegelisahan kultural, kancah pengabdian profesional, dan cara menyampaikan suara batin bagi tegaknya budaya literasi adiluhung bagi setiap generasi.

Diakui Maman, tidak banyak penyair Indonesia yang tetap berkomitmen bahwa puisi adalah bagian dari jalan hidupnya, meski ia juga berkiprah di arena perjuangannya sebagai apa pun. Dengan berbagai cara, ia tiada henti memperjuangkan puisi agar tegak berdiri di antara bidang ilmu lain dan di setiap lapangan kehidupan.

"Puisi menjadi sumber, dan sekaligus muara, titik berangkat dan tempat berlabuh dalam upaya membangun kebudayaan dan peradaban bangsanya. Puisi dimanifestasikan menjadi sikap hidup, ideologi budaya, dan perilaku dalam interaksi sosal," paparnya.

Maman mengemukakan, memperhatikan kondisi dan situasi Pendemi Covid-19 dan mempertimbangkan spirit dan elan penyelenggaraan Hari Puisi Indonesia yang sudah menjadi bagian dari dinamika perkembangan kepenyairan dan perpusiaan Indonesia, Pengurus Yayasan Hari Puisi (YHP) telah mengkaji secara seksama dan serius penyelenggaraan puncak perayaan ke-8 Hari Puisi Indonesia, Anugerah Hari Puisi Indonesia 2020. Kegiatan tersebut digelar hari Ahad (20/12) pukul 13.0-15.00 secara virtual, juga secara luring di aula Perpustakaan Nasional Jakarta.

Dalam HPI 2020, pidato kebudayaan disampaikan Prof Dr Husnan Bey Fananie, seorang penyair yang pernah menjadi anggota DPR RI dan Duta Besar RI di Azerbaijan.