Tentang Kami Redaksi

MUI Minta Ganas Annar Lebih Optimal

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar pengurus Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) periode saat ini dapat mengoptimalkan pendirian lembaga ini di berbagai propinsi, sehingga membantu menekan peredaran narkoba di Indonesia yang saat ini peredarannya kian meluas.

“Dua hal yang penting dalam pengurusan Ganas Annar periode ini, selain melakukan sosialisasi, edukasi dan literasi juga mengoptimalkan pendirian Ganas Annar di berbagai propinsi,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan dalam Silaturahmi dan Tukar Pikiran Ganas Annar MUI Seluruh Indonesia, di Jakarta, Kamis.

Sosialisasi dan peningkatan literasi terhadap bahaya narkoba cukup penting. Mengapa daging babi di jauhi oleh umat Islam. Bukan karena daging itu haram semata, tetapi juga jijik dan menjijikkan, sehingga umat Islam menjauhkan dirinya dari memakan daging babi itu. Nah bagaimana narkoba itu disosialisasikan seperti itu.

"Bahaya narkoba sudah ancaman kemanusiaan, bahkan sudah darurat narkoba. Bahkan di dalam penjara terjadi peredaran yang luar biasa," tandas Emirsyah.

Menurut dia, pendirian Lembaga Swadaya Masyarakat di bawah naungan MUI yang bergerak dalam penanggulangan narkoba, perlu terus dioptimalkan agar lebih efektif.

"Coba pikirkan, bagaimana jika semua daerah di berbagai propinsi berdiri lembaga Ganas Annar, dapat dipastikan peredaran narkoba akan dapat di cegah," tandasnya.

Pertemuan via zoom yang diikuti peserta dari berbagai propinsi di Indonesia dibuka oleh Ketua Umum MUI yang diwakili Wakil Ketua Umum Dr. KH Marsudi Suhud, dihadiri oleh para pengarah Dr. KH Sodikun, Rofiqul Umam serta para tokoh Ganas Annar lainnya.

Marsudi menawarkan, salah satu obat mujarab menanggulangi bahaya narkoba dalah perlunya banyak istighfar dan bertaubat. Dua hal itu penting untuk dilakukan oleh korban narkoba juga pengurus Ganas Annar.

"Pintu rezeki akan turun jika para pengurus konsisten mengkampanyekan bahaya narkoba dengan memperbanyak kalimat istighfar dan bertaubat,” pesan Kyai.

Rofiqul Umum pada kesempatan itu juga mengatakan, salahsatu amanat Munas MUI periode lalu adalah memberikan mandat kepada Ganas Annar untuk mendirikan Pusat Rehabilitasi Nasional untuk memberikan tempat para korban narkoba, utamanya para pemakai sebagai korban.

Selain rumah rehabilitasi Ganas Annar juga diberi mandat untuk mendirikan lembaga-lembaga konseling, sehingga ada sinergi antara lembaga konseling dengan rumah rehabilitasi.

Ketua Umum Ganas Annar Dr. Titik Haryati sependapat mewujudkan amanat MUI pusat mendirikan rumah atau pusat rehabiltasi nasional dan lembaga konseling karena saat ini masih banyak para korban narkoba justru menjadi korban karena kurangnya informasi.

"Banyak para korban pemakai dipenjara, semestinya para korban tersebut ditempatkan di tempat pusat rehabilitasi dan mendaatkan bimbingan konseling agar mereka tidak menjadi korban kedua kalinya," kata Titik.

Pertemuan yang dipandu Ruzi Setiawan dan Sekretaris Ganas Annar Hj. Emmalia Natar, juga mendapat apresiasi dari berbagai peserta, seperti dari Aceh, Kalimantan, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Bahkan utusan dari Jawa Tengah menawarkan untuk menjadi tempat pertemuan nasonal Ganas Annar tahun ini.

"Kami sudah berdiskusi dengan ketua MUI dan para pemangku kepentingan daerah siap sebagai tempat munas Ganas Annar,” kata ketua propinsi Ganas Annar Jawa Tengah itu.

Sementara utusan dari Kalimantan Timur, menawarkan tanah untuk diwakafkan untuk pendirian pusat rehabilitasi korban narkoba.