Tentang Kami Redaksi

MUI: Pemantauan Tayangan Ramadan Jangan Hanya Rutinitas

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Majelis Ulama Indonesia (MUI) melangsungkan acara laporan hasil pantauan tayangan Ramadan 1442 H tahap dua di Jakarta, Jumat (7/5/2021) melalui offline dan virtual.

Sekjen MUI H. Amirsyah Tambunan berharap agar program pemantauan program Ramadan dapat dilaksanakan lebih maksimal. Salah satunya dengan menyusun grand design pedoman siaran Ramadhan, sehingga tayangan yang tampil tahun depan semakin sesuai dengan nuansa Ramadan.

"Media kita ini, satu sisi kita apresiasi di sisi lain masih ada yang memprihatinkan di bulan Ramadan. Maka kita meminta kepada KPI agar juga membuat grand design siaran Ramadan untuk tahun depan" ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

"Sehingga kita tidak melulu bersikap reaktif, namun juga proaktif bagaimana menghadirkan siaran Ramadan yang berkualitas,” imbuhnya.

Dikatakan, dengan grand design itu maka bisa tumbuh tayangan televisi yang menghadirkan semangat kemanusiaan, kreatif, dan mengandung pesan-pesan edukatif. Termasuk juga tayangan Ramadan yang ditampilkan di televisi selanjutnya bisa menjadi kebanggaan bersama.

Menurut Amirsyah, sebetulnya KPI sudah memiliki pedoman sendiri bernama Indeks Kualitas Program Siaran Televisi. Program sejenis itu, kata dia, bisa disinergikan dengan Insan Pertelevisian dan MUI sehingga Ramadan tahun-tahun selanjutnya semakin berkualitas.

"Maka kita harapkan ada sinergi tas antara KPI, televisi, termasuk MUI sebagai bagian dari lembaga keumatan dan keulamaan yang punya masuliah untuk meningkatkan tanggung jawab bagaimana umat kita cerdasan dalam membaca media," katanya.

Dia menambahkan, MUI tidak ingin program pemantauan siaran televisi di bulan Ramadan hanya menjadi sekadar rutinitas tahunan. Keinginan menghadirkan grand design panduan siaran Ramadan itu, adalah wujud tanggung jawab MUI kepada umat.

"Pemantauan ini tidak sekadar rutinitas, tetapi ini merupakan tanggung jawab MUI sebagai pelindung umat, pemimpin umat, dan penguat umat. Kami juga ingin sampaikan bahwa siaran Ramadan ini menjadi bagian kita bagaimana meningkatkan ikhtiar kita meningkatkan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT," tandasnya.

Pemantauan tahap dua merupakan pemantauan final yang berlangsung mulai 23 April 2021-6 Mei 2021, dilaksanakan oleh Komisi Infokom MUI yang melibatkan 33 pemantau dari lintas komisi, untuk melihat masih adanya pelanggaran dan komitmen perbaikan program televisi.