Tentang Kami Redaksi

MUI dan Ormas Islam Kutuk Keras Zionis Israel

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar pertemuan dengan pimpinan Ormas Islam membahas penindasan Israel terhadap Palestina melalui virtual, Selasa (11/5/2021).

Kepada media melalui virtual, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menjelaskan pertemuan itu diikuti 77 peserta dari berbagai Ormas Islam. Dari pertemuan itu diperoleh pernyataan bersama antara lain sebagai berikut:

Mengutuk keras serangan zionis Israel terhadap masjid Al-Aqsha yang telah mengakibatkan banyak jamaah tarawih mengalami luka-luka. Serangan brutal dan biadab zionis Israel ini telah menodai kesucian tempat ibadah sekaligus mempertunjukkan pelanggaran secara terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang terkandung dalam Piagam PBB dan terhadap hukum internasional lainnya, terutama keputusan UNESCO tahun 2016 yang menetapkan Aqsha merupakan situs suci umat Islam.

Menyerukan kepada PBB untuk segera mengambil tindakan nyata agar zionis Israel menghormati hukum internasional, termasuk melindungi tempat ibadah dan HAM warga yang berada di wilayah pendudukan. MUI dan Ormas Islam juga menyerukan kepada PBB untuk menempatkan pasukan perdamaian di Palestina untuk melindungi rakyat Palestina dari kekejaman Israel.

Mendesak kepada negara anggota OKI dan Liga Arab untuk bersatu melawan semua kejahatan Israel dan menuntut penguasa Israel ke International Criminal Court (ICC) atas semua kejahatan kemanusiaan yang dilakukan terhadap warga Palestina selama ini. MUI dan Ormas Islam Indonesia juga menyerukan negara-negara Islam lainnya untuk bersatu menggalang semua potensi baik politik, ekonomi, sosial budaya, dan milter untuk menghadapi arogansi dan agresi zionisme Israel

Menyerukan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melakukan langkah-langkah yang lebih konstruktif dan nyata untuk menekan Israel, dengan mendukung pemberian sanksi atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Zionis Israel. Amerika harus mengembalikan kepercayaan internasional dengan menekan Israel dan mendorong PBB untuk menetapkan sanksi kepada Israel atas pelanggaran HAM berat yang telah dilakukannya.

Menyerukan kepada umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia untuk memanjatkan doa kepada Allah SwT bagi keselamatan Masjid al-Aqsha dan jamaahnya dari serangan zionis Israel, memanfaatkan media social untuk menggalang dukungan bagi pembebasan masjid Aqsha dan Palestina dari penjajahan Israel.

Sebelumnya Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim menyampaikan, penindasan terhadap Palestina seperti ini bukan barang baru. Selain karena laku kejam militer dan Yahudi kanan ekstrem, kondisi internal umat Islam maupun Palestina perlu menjadi sorotan.

"Seperti yang kita lihat, perkembangan di Palestina bukan problem baru, tapi problem lama yang terus berulang. Yang mendesak sehingga ini patut menjadi gerakan bersama adalah apa yang dilakukan militer dan kelompok Yahudi kanan ekstrem serta ada tantangan dari internal yaitu persatuan Islam maupun Palestina," katanya Selasa (11/05) dalam pertemuan MUI bersama Pimpinan Ormas Islam Tingkat Pusat secara virtual.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Islamiah KH. Cholil Nafis menambahkan, satu hal yang kerap dilupakan ketika membahas masalah Palestina adalah konflik internal antara Hamas dan Fattah. Keduanya merupakan organisasi terbesar di Palestina yang ingin Palestina merdeka, namun keduanya saling bertolak belakang dan jarang akur.

Selain itu, beberapa negara Timur Tengah yang berangsur-angsur menjalin hubungan diplomatik dengan Israel juga menggambarkan ada masalah Ukhuwah Islamiah dalam merespon penindasan terhadap Palestina.

"Selain mengutuk yang terjadi di Palestina oleh Israel, kami meminta kepada Hamas dan Fattah agar bersatu membela negaranya sendiri. Kami berharap mereka bersatu di dalam satu perjuangan," katanya.