Tentang Kami Redaksi

Marsekal TNI ( Purn) Chappy Hakim : MENGGUGAT PENEGAKAN WILAYAH UDARA REPUBLIK INDONESIA

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Jakarta, Parlemen Rakyat.
Marsekal TNI ( Purn ) Chappy Hakim, Mantan Kepala Staf Angkatan Udara pada Zaman Presiden Megawati. Kiprahnya selalu memperjuangkan agar dimensi "udara" dimasukan dalam pasal 33 UUD 1945 yang selama ini hanya menyebut soal bumi (tanah) dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dan seterusnya tidak pernah menyebut soal wilayah udara. Padahal wilayah udara adalah bagian paling inherent dalam sebuah negara menyangkut prinsip yang terkait dengan penegakan hukum udara Indonesia.. Oleh karena itulah ia selalu menyerukan kepada pemerintah pentingnya kedaulatan wilayah udara Indonesia.

Chappy Hakim mengatakan wilayah udara adalah wilayah strategis dan menjadi titik rawan dari kedaulatan yang justru selama ini kurang diperhitungkan oleh pemerintah. Padahal, banyak hal terjadi, yang mengingatkan kita pada pentingnya membangun dan menjaga kekuatan pertahanan udara.
"Lihat saja bagaimana Amerika harus membayar mahal saat Ratusan Pesawat Tempur Tentara Jepang membombardir Pearl Harbor di Amerika dan menghancurkan Angkatan Laut Amerika." katanya.


Tulisan tersebut di tuangkan dalam buku yang berjudul "Tanah Air dan Udaraku Indonesia". Buku yang digagas oleh Hendropriyono Strategic Consulting (HSC). Peluncuran buku Marsekal Chappy Hakim pada rabu 29/06 di Jakarta, dirangkum dari sekian kumpulan tulisannya adalah bentuk kepeduliannya pada masalah ketahanan dan kedaulatan wilayah Udara Indonesia. Oleh karenanya melalui buku ini, Chappy berharap pemerintah dan masyarakat Indonesia dapat melihat bagaimana berharganya wilayah udara Indonesia.

Chappy Hakim asal Palembang dan kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1947. Ia seorang tokoh militer Indonesia dan menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) periode 2002 - 2005, menggantikan pejabat sebelumnya, Marsekal TNI Hanafie Asnan. Chappy Hakim kemudian digantikan oleh Marsekal TNI Djoko Suyanto. ( Hugeng/RZ )