Tentang Kami Redaksi

Pertamina Bangun Infrastruktur BBM Untuk Ketahanan Energi Nasional

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Butuh 956 Km Jalur Pipa di Pulau Jawa

Jakarta. Parlemenrakyat.
Efisiensi nilai produksi pertamina berdampak luas dalam tekanan kemampuan pertamina untuk investasi dan expansi lebih jauh di masa depan. Di tengah situasi dan tekanan yang kompetitif, Pertamina tetus mengelola sumber keuangan dan pendapatan dengan target 2015 sebesar USD 500,42 juta. Baru terealisasi 469,52 juta. Target beberapa hal dalam belanja barang dan jasa dilakukan dengan se-efisiensi agar dapat menekan pengeluaran. Demikian juga dengan penyedia perangkat kilang pertamina yang saat ini terus diupayakan dapat turun dan lebih kompetitif. Hal ini dijelaskan oleh Wianda Pusponegoro, VP Corporate Communication PT. Pertamina.

Wianda Pusponegoro juga menerangkan, dalam Tata Kelola minyak di lapangan pertamina telah menggandakan segel di tiap kapal pertamina agar terus menerus dapat di cegah hal-hal kemungkinan adanya tingkat looses hingga kurang dari 2%, juga terus menata aset-aset untuk penambahan nilai ekonomis.
"Saat ini pertamina terus melakukan mapping bagi aset aset pertamina yang dapat menambah nilai ekonomi." jelas Wianda. Menurutnya, negosiasi ulang dengan pemerintah setempat dalam sektor pajak, juga terus ditingkatkan, sebab seperti diketahui bahwa dalam pembayaran pajak di pemerintah DKI Jakarta, pertamina dimasukan dalam golongan migas. Meski sebetulnya ekspansi bisnis pertamina bukan saja migas. oleh karena itu pertamina mengupayakan negosiasi ulang dalam sektor pajak.
Dalam hal nilai ekonomis Harga ke ekonomian bulan juli bernilai lebih tinggi dibanding harga minyak dunia. Saat ini Pertamina masih menunggu Pemerintah untuk menetapkan harga minyak.

Tata cara penghitungan penghematan dilakukan oleh pertamina dengan memusatkan penghitungan belanja barang dan jasa terpusat atau satu pintu. Jika selama ini masing-masing direktorat dapat belanja langsung saat ditawarkan dengan harga yang berbeda (dalam hitungan dolar), namun pertamina telah menentukan belanja barang dan jasa hanya pada satu pintu terpusat.
CADANGAN MINYAK
Seperti diketahui bahwa akibat meningkatnya konsumsi bbm di Indonesia maka pertamina terus berupaya meningkatkan stok operasional di titik kerawanan cadangan minyak yang di dapat pertamina dari Timur Tengah. Dimana Indonesia termasuk negara dengan stok bbm cadangan operasional yang terendah dibanding negara negara lain di Asean. Oleh karena itulah, pertamina merencanakan pembangunan jalur pipa nasional di pulau jawa yang menghubungkan antar provinsi, sebagai salah satu efisiensi aliran bbm yang terus meningkat. Direncanakan kebutuhan total pipanisasi bbm di pulau jawa adalah 956 km pipa yang dibutuhkan untuk pemompaan bbm baik transmisi maupun distrubusi yang menyambungkan kota-kota di pulau jawa.

(Huge)