Tentang Kami Redaksi

*Tolak Usulan Kapal Asing masuk Indonesia , tidak Pro Rakyat dan merugikan Nelayan Tradisional*

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

*Tolak Usulan Kapal Asing masuk Indonesia , tidak Pro Rakyat dan merugikan Nelayan Tradisional*

Jakarta Parlemen Rakyat.com,

Kabar akan adanya rencana pengoprasian kapal asing di perairan Indonesia menuai protes dan menolak dari DPR RI Komisi 4 , hal ini pun disikapi oleh ketua DPP Pekat IB H Markoni Koto SH, menegaskan iya setuju dengan pernyataan mentri kelautan Susi bahwa untuk penangkapan ikan diberikan kepada nelayan lokal , nelayan yang ada di negara kita karena memang mata pencarian nelayan kita menangkap ikan di laut.

Cuma proses pengolahan atau eksport boleh disinkronisasi jangan sampai nelayan lokal dirugikan, kalau semata mata untuk melindungi wilayah kedaulatan NKRI, untuk penangkapan ikan diberikan kepada nelayan kita, bukan asing dengan kapal nya yang super canggih.

Padahal jelas kapal asing dilarang masuk wilayah perairan Indonesia, sesuai dengan UU tahun lalu UU tentang kelautan No. 4 tahun 2015, bahwa hak tangkap ikan hanya diberikan kepada nelayan Indonesia bukan nelayan asing.

Pengelolaan ikan setelah tangkap boleh dikelola asing, aturan ada di PKPN bahwa boleh ada investor asing masuk dalam Cloud Storage sehingga kegiatan eksport kita bisa meningkat.

Sangat merugikan apabila kapal asing beroprasi di negara kita efek dominonya wilayah kedaulatan di perairan Natuna akan terancam, perekonomian akan kembali merosot, program APBN yang digelontorkan pemerintah akan sia sia, semua mengarah kepada kerugian negara baik untuk rakyat atau pemerintah.

Praktek Ilegal fishing akan terus terjadi dengan adanya pengoprasian kapal asing, faktor kerugian jelas ada didepan mata, adanya Ilegal fishing yang dilakukan kapal asing jelas
Mengganggu nelayan lokal dan traditional.

Pekat IB senantiasa mendukung program dari pada menteri Kelautan, serta siap memback up oknum oknum di pemerintahan yang berpihak kepada asing, Pekat IB garda terdepan untuk memberikan stagment stagment yang sangat tegas untuk pro rakyat, nelayan lokal dan traditional jadi teruskan kinerja Susi yang pro nelayan, pastinya akan didukung penuh.

Mengakhiri pembicaraannya H. Markoni berujar, salut akan kinerja menteri kelautan, hingga praktek ilegal louging di Indonesia tidak dibiarkan terjadi, tentunya dengan terus memperhatikan nelayan lokal dan Traditional, Indonesia negara Bahari (Kelautan) penghasil ikan terbesar di dunia, dukungan doa terus mengalir dari rakyat Indonesia untuk menteri kelautan, tentunya tetap arif dan bijak dengan tetap memperhatikan Nelayan lokal dan Traditional.
(Any SH)