Tentang Kami Redaksi

*Apel Siaga Jawara Betawi untuk jihad kontitusional Bela Agama dan Negara III*

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

*Apel Siaga Jawara Betawi untuk jihad kontitusional Bela Agama dan Negara III*

Parlemen Rakyat.Com,

Bertempat di Tuprok Apel siaga Jawara Betawi, untuk aksi damai 2/12/2016, untuk bela Islam Jilid III, hal ini berkaitan dengan , Ahok ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri 16 November 2016 oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian masyarakat diminta untuk mengawal proses hukum hingga kasus Ahok hingga tuntas, Apel siaga ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan Jawara dan wakil Ulama Sejabodetabek.

Namun penegakan supremasi hukum saat ini, terkesan lemah tajam kebawah tumpul keatas, kita lihat Ahok masih bebas melenggang di bebas didepan pendukungnya.

Padahal tersangka pasal 156A KUHP langsung ditahan seperti Arswendo , Lia Aminudin, Yusman Roy, Ahmad Musadeq, bebasnya Ahok pasca ditetapkan sebagai tersangka merupakan preseden buruk bagi penegakan Hukum saat ini.

Karena Unras dilindungi UU, ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi, sesuai permintaan Kapolri untuk mengawal kasus hingga tuntas, unjuk rasa ini murni meminta keadilan agar Ahok segera ditahan, dan hal ini bukanlah bentuk makar terhadap pemerintahan yang sah, dan kekecewaan ditunjukkan dengan perkataaan Ahok 4/11/2016 , bahwa aksi bela Islam dibayar Rp 500 ribu, untuk itu diminta Ahok segera ditahan.

Haji Oding Ketua Bamus Betawi, menegaskan dengan berkumpulnya para Jawara Betawi sejabodetabek 2/11/2016, sekitar 2 ribuan orang dan para Ulama aksi Damai Bela Islam Jilid III, akan berjuang sampai titik darah penghabisan di Wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila.
Kita Islam Ahli Sunah Wal Jamaah, kita harus bela Islam, kita bersatu dan Istiqomah, Allah akan menurunkan bantuannya, bela kebenaran lawan Kejoliman.

Karakteristik Betawi sejalan dengan Aqidah Islam, menyatu dengan para alim ulama dan Habib, aksi ini adalah murni aksi menggelar sajadah,

Wakil Ulama Buya M E Irmansyah, kalau agama kita dilecehkan tidak bisa membelanya ganti bajumu dengan kain kafan (Buya Hamka), satukan tekad menolak diskriminasi agar Ahok di tahan, bersama Ahok tegakkan kebenaran.
(Any SH)