Tentang Kami Redaksi

Aksi 212 di Monas, Kawal Kasus Penista Agama

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com @ Aksi Bela Islam III pada 2 Desember mendatang yang semula akan digelar di Bundaran HI dipindahkan ke Lapangan Monas. Menurut Ketua Dewan Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Habib Rizieq Shihab, tujuan aksi tetap menuntut agar tersangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan.

“Kami mengapresiasi Kapolri yang memproses Ahok dengan cepat dan profesional. Kami minta kepada kejaksaan agar melakukan penahanan, kami akan terus kawal kasus ini dengan tuntas,” tandas Habib Rizieq dalam Konferensi Pers bersama pimpinan MUI dan Kapolri terkait Aksi 2 Desember (212) di Kantor MUI, Senin (28/11).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, berkas perkara kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Agung RI pada Jumat (25/11) lalu. Kapolri pastikan akan menyerahkan Ahok kepada pihak kejaksaan dalam waktu satu pekan. "Kami berkoordinasi juga dengan Kejaksaan, Insya Allah tahap kedua dalam pekan ini," ujar Tito

Pada tahap kedua ini lanjut Tito pihaknya akan segara melimpahkan barang bukti dan juga tersangka. Sehingga besar harapan Tito agar pihak kejaksaan benar benar dapat segera memutuskan P21 pada berkas perkara tersebut. "Sehingga tersangka Basuki Tjahja Purnama dan barang bukti akan kami serahkan pada Kejaksaan," ujarnya.

Dalam pertemuan Kapolri, pimpinan MUI dan GNPF disepakati, bahwa Aksi Bela Islam III tetap digelar pada hari Jumat 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa yang super damai berupa aksi ibadah gelar sajadah tanpa mengubah tuntutan utama aksi 212, yaitu tegakkan hukum yang berkeadilan dan tahan penista agama.

Rizieq juga mengatakan, GNPF mengapresiasi MUI dan Polri yang membuka akses dialog sehingga ada win win solution. Akan ada tim teknis gabungan Polri dengan laskar laskar untuk menyiapkan aneka fasilitas seperti arah kiblat, mimbar dan shaf. Juga membuka semua pintu Monas dan pintu darurat, menyediakan posko medis dan toilet, tempatkan satgas GNPF dari berbagai laskar di sejumlah perempatan untuk menyambut umat yang datang dan mengarahkan ke lokasi pelaksanaan shalat Jumat.

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin menyarankan agar digelar Rujuk Nasional setelah aksi 2 Desember 2016 untuk merajut persatuan dan menyelesaikan persoalan bangsa. ”Ada tindak lanjut yaitu dialog nasional untuk merajut persatuan dan kesatuan dalam rangka rujuk nasional. Untuk menjadi bangsa yang utuh, semua pihak harus saling menghargai dan saling tolong untuk menjadikan Indonesia aman, damai, dan sejahtera,” terangnya.