Tentang Kami Redaksi

Eyang Agung Launching Buku Mbah Parto

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com @ Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya, demikian sabda Nabi Muhammad SAW.

“Saya ingin mengambil poin yang ketiga ini sebagai wujud pengabdian kepada Bapak, yaitu doa dari anak yang saleh. Doa tersebut antara lain saya panjatkan melalui buku,” tutur Eyang Agung dalam pengantar buku bertajuk “Mbah Parto Tauladan Islam dari Gunung Kidul”.

Buku biografi yang ditulis wartawan H. Ismail Lutan ini dilaunching atau diluncurkan bersamaan dengan peringatan haul Mbah Parto dan Tabligh Akbar yang digelar di Pendopo Eyang Agung di Ciputat, Tangerang, Banten, Ahad (25/12/2016).

Acara yang dihadiri ribuan jamaah diisi pula dengan ceramah Ustad Maulana, pendakwah yang kerap tampil di salah satu TV swasta. Pada acara tersebut seorang jamaah bernama Ridwan Syawaluddin (30) memperoleh doorprize hadiah umrah.

Dalam buku setebal 186 halaman cetakan Desember tahun ini disebutkan, Mbah Parto atau H. Parto Sugiyono lahir di desa Duwet, Kelurahan Kemejing, Kecamatan Semin, Gunung Kidul Yogyakarta pada 24 November 1913, dan wafat pada 26 Desember 1994 pada usia 81 tahun.

Mbah Parto dikenal sebagai sosok yang tangguh, memiliki berbagai keahlian antara lain sebagai pawang air (dowser), juga keahlian menolong untuk menyembuhkan penyakit. Namun keahlian itu dipergunakan sebagai bentuk dakwah bil hal kepada masyarakat.

Mbah Parto yang menikah dengan Hj Sukarni dikaruniai lima anak, yaitu: Hj. Siti Wardayati, Drs Sumanto, Prof Dr H. Agung Sutrisno (Eyang Agung), Siti Rahayu dan H. Bambang Heri Gunarto.

Menurut Ustad Maulana, peringatan haul sebagai bentuk bakti seorang anak terhadap orang tuanya. “Sebagai anak kita harus berbakti kepada kedua orang tua yang telah melahirkan, merawat dan membesarkan,” pesannya.